BogorPolitan.com – Cibinong
Satu lagi wajah baru pariwisata Kabupaten Bogor bersinar di ajang Kabogorfest 2025. Kali ini giliran Desa Wisata Purwasari, Kecamatan Jasinga, yang tampil memukau lewat konsep wisata edukasi berbasis pertanian dan lingkungan, atau yang mereka sebut Edu-farm.
Meski baru berusia satu tahun, geliat Desa Wisata Purwasari terasa kuat. Di ajang pameran tahunan dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 ini, mereka hadir dengan kemasan atraktif, menyajikan kekayaan alam, budaya, hingga sejarah lokal yang mulai digali kembali.
“Desa Wisata Purwasari mengusung konsep Edu-farm. Ada pertanian, peternakan, perikanan, juga fasilitas seperti camp ground, homestay tradisional, dan ripper tubing di sungai. Semuanya kami kemas dalam suasana edukatif dan alami,” ujar Kameswara, Koordinator Desa Wisata Purwasari, saat ditemui di arena Kabogorfest, Sabtu (15/6/2025).
Tak hanya mengandalkan kekayaan alam, desa ini juga mulai menggali potensi sejarah lokal. Temuan sejumlah situs arkeologi seperti arca dan batu purba menjadi warna baru dalam pengembangan wisata edukasi di sana.
“Ini peluang besar untuk mengembangkan wisata sejarah ke depan. Kami ingin wisatawan tidak hanya menikmati alam, tapi juga belajar tentang sejarah lokal yang selama ini belum terungkap,” tambahnya.
Dalam pameran, Purwasari menghadirkan miniatur edukatif dan testimoni visual dari para wisatawan yang pernah berkunjung. Respons pengunjung pun disebutnya sangat positif.
“Alhamdulillah, antusiasme pengunjung cukup tinggi. Konsep perpaduan alam, tradisi, dan pengetahuan rupanya sangat menarik di tengah tren wisata edukatif saat ini,” ucapnya.
Kameswara juga mengapresiasi penyelenggaraan HJB 2025 yang menurutnya menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan desa wisata yang baru tumbuh.
“Keren banget. HJB tahun ini benar-benar jadi etalase bagi desa-desa wisata di Kabupaten Bogor untuk dikenal lebih luas, bahkan sampai tingkat global,” ungkapnya dengan antusias.
Ia berharap Kabogorfest tidak berhenti di tahun ini saja. Dengan semakin kuatnya sinergi antara desa dan pemerintah daerah, potensi wisata di barat Kabupaten Bogor diyakini bisa berkembang lebih pesat.
“Minimal bisa seperti ini lagi tahun depan, atau bahkan lebih wah. Kalau makin banyak yang tahu, maka dampaknya juga semakin besar untuk masyarakat lokal,” tandasnya.(Ads/net/hum)






