Bogorpolitan.com, Cianjur –. Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Cianjur melayangkan mosi tidak percaya kepada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur.
Langkah itu diambil setelah pimpinan DPPKBP3A absen dalam audiensi resmi yang telah dijadwalkan sepekan sebelumnya. Kedatangan pengurus KOPRI PC PMII pada Rabu, 10/6/2026, hanya ditemui jajaran staf yang tidak memiliki wewenang mengambil keputusan.
“Kami merasa dilecehkan secara kelembagaan. Surat audiensi sudah masuk seminggu lalu, tapi Kepala Dinas dan para Kabid kompak tidak ada. Kami hanya ditemui staf yang tidak tahu apa-apa. Ini bentuk ketidakseriusan dinas menangani isu perempuan dan anak,” tegas Ketua KOPRI PC PMII Cianjur.
Audiensi tersebut sedianya membahas isu strategis perlindungan perempuan dan anak di Cianjur. KOPRI menilai absennya pimpinan DPPKBP3A menunjukkan lemahnya komitmen birokrasi terhadap agenda pemenuhan hak perempuan dan anak.
Dalam pernyataan sikapnya, KOPRI PC PMII menyampaikan tiga poin:
1. Mengecam ketidakhadiran Kepala Dinas dan Kabid yang dinilai sengaja menghindar.
2. Mosi tidak percaya terhadap kinerja DPPKBP3A karena dinilai tidak kooperatif dengan elemen mahasiswa.
3. Mengkritik buruknya komunikasi internal dinas yang gagal menghormati komitmen jadwal audiensi.
KOPRI menegaskan tidak akan tinggal diam. Jika tidak ada klarifikasi dan permintaan maaf resmi dari Kepala DPPKBP3A, mereka siap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor dinas.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cianjur belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan dan telepon belum direspons.






