SMK Kusuma Bangsa Bogor Laksanakan PTM Dengan Tertib

0
847 views

BogorPolitan – Kab. Bogor,

Pembelajaran Tatap Muka atau PTM menjadi hal yang sangat dinanti dan dirindu para siswa, karena selama Pandemi Covid 19 melanda Dunia termasuk Indonesia guna mencegah terjadinya paparan Virus yang mematikan ini mengharuskan para pelajar melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Daring dirumah.

Hampir 2 tahun selama Pandemi pelajar melaksanakan PJJ, kini PPKM Level 3 di Kabupaten Bogor menunjukan trend penurunan angka paparan Virus Covid 19 Pemerintah memberikan ijin untuk melaksanakan PTM Terbatas sesuai dengan aturan yang ditetapkan yaitu dengan tetap melaksanakan Prokes, jumlah siswa 50 % dan belajar tatap muka hanya berlangsung 2 jam. Kabar ini menggembirakan peserta didik disambut dengan antusias dan sukacita.

SMK Kusuma Bangsa yang berada diwilayah Desa Kota Batu Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor telah melaksanakan PTM Terbatas.

Kepala SMK Kusuma Bangsa Idris S.Kom M.Pd, kepada Bogorpolitan.com diruang kerjanya mengatakan dengan dibukanya PTM di masa PPKM Level 3 ini, kami sangat bersyukur dan berterimakasih pada pemerintah karena PTM ini memang diinginkan oleh para peserta didik,” ujar Idris, Selasa (7/9).

“Sebagaimana aturan yang ditetapkan pelaksanaan PTM Terbatas dimasa Pandemi PPKM Level 3 ini, jam dan jumlah siswa dibatasi. KBM Tatap muka hanya berlangsung 2 jam dan kehadiran siswa 50%, dan salah satu syaratnya Guru dan tenaga kependidikan harus sudah di vaksinasi Covid 19, untuk vaksin peserta didik sedang kita persiapkan. Dengan jumlah 600 siswa kita berharap Vaksinasi bisa dilaksanakan di SMK Kusuma Bangsa, sambungnya.

Untuk PTM, kata Idris terbagi menjadi 2 shit dan bergilir per 2 hari antar angkatan
2 hari kelas 10, 2 hari kelas 11 dan 2 hari kelas 12 dan perharinya dibagi menjadi 2 shif. Shift pertama Pk. 07.30 – 09.30 kemudian shift ke 2 Pk. 10.00 – Pk. 12.00.
Dengan bergilir per 2 hari tersebut maka PTM di SMK Kusuma Bangsa dilaksanakan dengan Tatap muka, luring (ambil tugas disekolah dan mengerjakan dirumah) dan daring.

Untuk sarana prasarana penunjang PTM Terbatas, lanjut Idris sudah kita siapkan alat pengukur suhu digital depan pintu gerbang, tempat cuci tangan, handsanitizer, masker, juga rutin melaksanakan penyemprotan disinfektan diseluruh area sekolah.

Yang jelas, tegas Idris kita laksanakan PTM Terbatas ini dengan tertib dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Siswa wajib mengenakan masker dan duduk berjarak 1,5 meter dengan tetap menjalan Prokes dengan ketat.

Harapannya guru dan peserta didik kembali bergairah, kalau dirumah habitatnya beda jadi kurang bergairah, kurang semangat.
“Ada hal yang tidak bisa tergantikan oleh teknologi, oleh daring yaitu Guru. Karena daring tidak bisa mentransfer akhlak dan sikap, jadi harapannya muncul kembali semangat belajar, banyak hal yang didapat selama pandemi ini diantaranya pembiasaan guru dengan teknologi semakin meningkat termasuk pembiasaan pola hidup bersih semakin baik. Harapan paling besar Pandemi ini segera berakhir agar kita bisa melaksanakan aktifitas, belajar dengan normal, aman dan nyaman,” tutup Idris.

Dharmawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini