Bogorpolitan.com, Cibungbulang – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Abdi Mandiri Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor panen pisang barangan jumbo merah dilahan dua hektar.
Panen pisang di hadiri mintra Bumdes Abdi Mandiri yakni Dirut PT MBI Fachri Yulizar bersama Direktur Keuangan, berkesempatan melihat langsung proses panen di kebun pisang milik Bumdes Abdi Mandiri di Kampung Jatek RT 03/07, pada Senin (20/04).
Ketua Bumdes Abdi Mandiri, Martin Supriatin mengungkapkan program ketahanan pangan yang dibiayai dana desa tahun 2025 di peruntukan ke pertanian yakni penanaman Pisang Barangan Jumbo Merah dan saat ini memasuki panen pisang.
Dari luas lahan yang tersedia sekitar 2 hektar, sudah ditanami pohon pisang seluasnya sekitar 1 hektar. Sejak Februari 2025, sebanyak 750 pohon pisang sudah ditanam dan kini sekitar 20 persen pohon pisang sudah berbuah dan siap panen.
”Kami juga sudah melakukan penanaman bibit pisang barangan kembali pada lahan yang masih kosong, jika lahan seluas 2 hektar semua sudah ditanami maka jumlahnya akan meningkat sekitar 2.600 pohon,” jelas Martin saat panen pisang dikebun .
Martin menjelaskan untuk panen pisang tidak bersamaan, tetapi secara bertahap dan sudah ada 5 kali panen. Untuk hari ini adalah panen untuk yang kelima kalinya pada penanaman termin pertama. Dengan Jumlah pohon pisang yang sudah dipanen sebanyak 137 tandan atau sekitar 20% jumlah pohon pisang yang ditanam.
”Rata – rata berat pisang sekitar 18 Kg/ tandan, atau total berat pisang secara keseluruhan yang sudah kita panen sekitar 2,4 ton,”ungkapnya.
Martin menambah 80 persen lainnya pohon pisang diperkirakan akan memasuki masa panen, sekitar bulan Juni 2026, itu yang saat ditanam pada termin pertama, pada panen periode ke dua mungkin jumlahnya akan lebih banyak.
Mengingat anakan pisang dari generasi pertama juga kemungkinan pada Juni itu ada yang sudah bisa dipanen.
Ia juga berbagi tips cara menanam, merawat hingga pohon pisang menghasilkan buah yang maksimal. Pertama pembuatan lubang harus sesuai.
Lalu, pemberian pupuk kandang yang tepat minimal dalam satu lubang membutuhkan 5 kg pupuk kandang.
”Tanaman tumpang sari pohon pisang dengan tanaman sayuran seperti bayam dan kangkung. Tidak merekomendasikan ditumpangsari dengan jenis kacang – kacangan atau tanaman umbi umbian, karena akan menggangu pada pertumbuhan pohon pisang barangan,” bebernya.
Pihaknya merasa optimis ke depan budidaya pisang barangan hasilnya akan lebih maksimal. Saat ini merupakan perdana dan menjadi percontohan khususnya di Desa Cimanggu 1, banyak sekali hal – hal baru yang ditemukan saat merawat pohon pisang, meskipun SOP dari PT Mandiri Banana Indonesia (MBI) itu sudah ada.
”Kami yakin dan optimis sampai akhir tahun 2026 ini panen pisang barangan akan terus meningkat sesuai dengan yang kami harapkan,” tegasnya.
Sementara itu, Dirut PT MBI Fachri Yulizar menyebut sebelumnya pada bulan April 2025 PT MBI bersama Bumdes Abdi Mandiri menandatangani kontrak kerjasama yang ditandatangani saat itu di Taman Tanah Sareal Bogor. Pada 5 Mei 2025 dilakukan Bimbingan Teknis di kantor Desa Cimanggu 1 dan dilanjutkan dengan proses penanaman perdana.
Kemudian Ia merasa terkejut ketika ketua Bumdes Abdi Mandiri melaporkan pada 10 April 2026 akan dilakukan panen perdana bersama kepala desa.
”Jika kami perhatikan kalender, pisang barangan yang ditanam Bumdes Abdi Mandiri hanya butuh waktu 10 bulan 5 hari sudah ada panen. Biasanya antara usia 11 hingga 12 bulan baru panen,” jelas Fachri.
Ini sebagai bukti bahwa Bumdes, pak Martin dan kawan – kawan petani di sini benar – benar menjalankan penanaman pisang barangan jumbo merah sesuai SOP.
”Kami melihat pertumbuhan pisang di kebun milik Bumdes Abdi Mandiri cukup bagus, pohonnya sehat, daunnya subur, tumbuh anakannya juga sangat banyak, dan kualitas pisangnya juga di atas rata – rata. Sehingga hasil panen pisang sesuai dengan standar yang di harapkan PT MBI,” ucapnya.
Kemudian Fachri juga menekankan komunikasi antara mitra petani dengan PT MBI, meskipun SOP sudah ada, tetapi ketika mitra petani dalam budidaya pisang barangan itu menemukan trik dan cara baru yang bisa menghasilkan kualitas pisang menjadi lebih baik, itu bisa dikomunikasikan.
”Untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, bisa SOP yang disampaikan PT MBI bisa juga berasal dari temuan para mitra petani, intinya bisa dikolaborasikan dengan tujuan bisa menghasilkan kualitas pisang yang bagus sesuai dengan permintaan pasar,” Imbuhnya.
Menanam pisang barangan sambung Fachri beda wilayah beda perlakuan. Hal tersebut dipengaruhi kelembaban tanah, kesuburan tanah. itu sangat mempengaruhi, ke depan akan ada upgrade agar hasil panen pisang itu lebih bersih, glowing.
”Meskipun melihat hasil panen saat ini cukup puas, tetapi harapan kami ke depan hasil panen dari kebun ini bisa menghasilkan pisang di atas rata – rata/kg/tandan,”tukasnya. (AS)






