Pihak Ponpes Akui Lalai Atas Dugaan Wafatnya Siswa Kelas IX Tsanawiyah

0
742 views

Bogorpolitan – Leuwiliang
Laporan : M. Ilyas

Sekolah adalah tempat ternyaman anak untuk melakukan kegiatan belajar, dengan mendapatkan perlindungan ekstra, terlebih di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern, guna memenuhi kebutuhan ilmu yang bermanfaat kelak dikemudian hari.

Namun nasib naas menimpa korban F (14) Siswa kelas IX Tsanawiyah, meninggal dunia di tempatnya menuntut ilmu, yang di duga karena tertimpa gerobak sampah ketika sedang bergotong royong.

Dugaan meninggalnya F diakui sebagai kelalaian pihak Ponpes Modern, yang di sampaikan melalui Humas Andi Noer Zaelani, dalam wawancara di Aula Kantor Institut Ummul Quro Al – Islami (IUQI) Bogor, Kamis 10/11/2022.

“Kami mengakui (Adanya kelalaian) dari peristiwa ini, ada kelalaian yang pertama kurangnya pengawasan dari yang bertugas dengan komunikasi yang kurang cepat tanggap misalnya ke wali kelas, ke pengasuh.

Saya mewakili pihak pesantren mengakui ini, Informasi yang sudah beredar tersebut benar adanya, ada santri kami siswa kelas 9 tsanawiyah pada minggu tanggal 31 Oktober 2022 Minggu sore,” terangnya.

Dalam pemaparannya Andi Noer Zaelani menyebutkan, untuk agenda hari minggu Sore biasanya diisi kegiatan Ceramah oleh Kiyai, waktunya mulai dari Ashar sampai dengan menjelang Magrib.

“Jadi memang di hari minggu sore itu, biasanya diisi dengan ceramah pak kiyai, kami menyebutnya dengan kuliah ashar sampai menjelang magrib. Pak Kiyai memberikan kajian kitab yang memang dikaji oleh Pak Kiyai ke santri-santri.

Karena memang berhubung Pak Kiyai sedang tidak sehat, beliau sedang dirawat di Malang, lalu kegiatan santri ini memang kosong. Akhirnya santri seperti biasa mereka piket, untuk membersihkan area – area yang kotor. Almarhum ini berinisiatif untuk membersihkan area pesantren, mengangkat sampah-sampah yang sudah dituangkan di tong sampah,” ujarnya.

Andi Noer Zaelani mengakui, pihaknya sudah dimintai keterangan oleh Kepolisian Sektor Leuwiliang dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hingga pukul 11 malam.

“Kami sudah mencari, bahkan mengumpulkan beberapa orang yang memang menjadi farthner kerjanya itu, dari santri dan semuanya sudah dipanggil oleh pihak kepolisian. Dalam hal ini Polsek Leuwiliang di BAP, dari mulai pagi sampai jam 11 malam, Polisi mengintrogasi semua yang terlibat, siapa yang ada kaitannya dengan peristiwa ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu pula, Andi Noer Zaelani menyampaikan kronologis kejadian yang di duga menjadi penyebab wafatnya F Kelas IX Tsanawiyah Ponpes Modern.

“Jadi, disaat santri atau almarhum ini ingin memindahkan sampah yang ada didalam gerobak, itu karena memang almarhum ini postur tubuhnya kecil, sebetulnya dari kedua rekannya ini sudah menawarkan kepada Almarhum Fazri. Zri ane bantuin, tapi almarhum bilang ke temannya ini sudah gak usah, ane sudah lihai kok bawa gerobak ini.

Namanya saya gak hafal, tapi itu sudah di proses oleh polisi dari Polsek Leuwiliang, kan saya juga sempat diwawancara oleh polsek leuwiliang sampai jam 11 malam,” paparnya mengulangi.

Nah, Andi melanjutkan, “Ketika grobak itu mau di turunkan ke bawah untuk diangkut ke mobil, kalau untuk pengangkutan ke mobil sih ada petugas kebersihan dari luar.

Cuma karena medannya sedikit turunan, mungkin tidak kuat untuk menahan grobak tersebut, akhirnya sedikit oleng berubah posisi. Lalu si gerobak itu tiba-tiba menghantam almarhum tersebut ke bagian dadanya, lalu beberapa menit langsung jatuh. Tiba teman-temannya yang kerja itu bantuin, langsung di bopong di bawa ke Puskesren (Pusat Kesehatan Pesantren),” bebernya.

Andi Noer Zaelani memperkirakan waktu kejadian antara pukul 04 atau setengah lima sore hari Minggu 31 Oktober 2022, dan Korban dibawa ke Pusat Kesehatan Pesantren yang hanya ditangani Perawat tanpa adanya penaganan Dokter.

“Kejadian sekitar antara Jam 4 – setengah lima sore setelah Ashar, pada Minggu 31 Oktober 2022, kemudian dibawa ke Puskesren, disana hanya ada perawat. Kalau Dokter jaga ini memang bertugas dua hari, Hari Rabu dan Jumat,” tegasnya.

Dengan jadwal Dokter di Puskesren hanya Rabu dan Kamis Andi betalasan “Karena Dokter jaga ini hari Minggu otomatis dokter jaga tidak ada tapi di tangani oleh pihak perawat di Puskesren,” kilahnya.

Dalam keterangan yang dikutip dari berita Online Publikbicara.com, Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto,saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya Rabu 09/11/2022 mengatakan

“Warga Warung Borong Ciampea, usia 14 tahun, sudah diselesaikan secara kekeluargaan, jadi dianggap kecelakaan, terus diurus sama pihak keluarga sudah dimakamkan,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini