Lomba Ring Perdana PMTI Bogor Barat Digelar di Ciampea, Merpati Dominic Juara

0
229 views

Bogorpolitan.com, Ciampea

Lapak Ciampea mendadak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena pasar tumpah, tapi karena Persatuan Merpati Tinggi Indonesia (PMTI) Bogor Barat menggelar lomba ring putaran pertama untuk pertama kalinya, Jumat (9/1/2026).

Puluhan pehobi merpati dari berbagai kecamatan tumpah ruah, membawa jagoan burung merpati masing-masing.

Total peserta yang turun mencapai 82 peserta, menjadikan Bogor Barat sebagai wilayah dengan jumlah peserta terbanyak dalam gelaran ini.

Suasana lomba pun terasa hidup teriakan dukungan, wajah tegang pemilik burung, hingga sorak kecil saat burung terbang sejauh 700 meter melesat cepat ke garis akhir.

 

Ketua PMTI Bogor Barat, Aria Suryadinata (Tengah). Foto (And)

Ketua PMTI Bogor Barat, Aria Suryadinata, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, untuk putaran pertama ini pesertanya 84. Ini luar biasa. Bogor Barat terbanyak,” ujarnya.

Dalam lomba perdana tersebut, burung merpati bernama Dominic dari tim MBC keluar sebagai juara pertama. Posisi juara dua diraih oleh merpati bernama Iney JR. Bagi Aria, prestasi bukan sekadar soal piala.

“Kalau burung sudah berprestasi, berarti sudah ada angka harganya,” katanya sambil tersenyum.

Menurutnya, lomba ini menjadi penanda bahwa komunitas merpati di Bogor Barat kini mulai tertata dan terorganisir. PMTI Bogor Barat juga tak ingin berhenti di satu putaran saja.

“Putaran ini akan berkeliling di enam lapak di Bogor Barat, mulai dari Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, sampai Leuwisadeng. Besok pun di sini ada event lagi, ada doorprize,” jelas Aria.

Soal kualitas, Aria menegaskan bahwa merpati yang bagus adalah yang berprestasi.

Ke depan, PMTI Bogor Barat juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar burung-burung merpati bisa dicek kesehatannya secara rutin.

“Harga merpati itu macam-macam. Ada yang puluhan ribu, ratusan ribu, jutaan, bahkan puluhan juta. Kalau sudah tingkat nasional, ada yang sampai miliaran,” ungkapnya.

Ia menilai keberadaan PMTI membawa dampak positif bagi para peternak merpati. Setelah komunitas terbentuk, semangat beternak merpati di Bogor Barat kian terasa.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa melirik komunitas merpati ini. Di sini ada nilai ekonomis, ada UMKM, ada perputaran ekonomi untuk masyarakat,” harapnya.

PMTI Bogor Barat juga menargetkan lahirnya bibit-bibit unggul yang kelak bisa dibawa ke lomba tingkat nasional.

“Kita mencari bibit bibit unggul merpati. Nanti kalau ada lomba tingkat nasional yang prospek burungnya kita ikutkan ke tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Bolang, pemilik Dominic, mengungkapkan kunci kemenangan burungnya sederhana namun konsisten.

“Pola perawatan, pola latihan, intinya kesehatan. Kalau merpati fit, kerjanya maksimal,” katanya.

Tak hanya itu, kata dia, burung merpati nya ternyata sudah sering dilirik kolektor.

“Sudah banyak yang nawar, pernah ditawar 20 juta. Cuma belum ada yang cocok,” ungkap Bolang, sambil berharap PMTI Bogor Barat semakin maju dan sukses.

Di tempat yang sama, Ketua Lapak Ciampea Aan menyebut kegiatan ini sebagai momen bersejarah.

“Ini perdana, pesertanya sekitar 82. Semuanya semangat. Banyak yang datang dari Leuwiliang, Ciapus, sampai Dramaga,” ujarnya.

Menurut Aan, penilaian lomba tetap sederhana yang tercepat dan terbagus, dialah pemenangnya.

“Lomba ring perdana ini bukan sekadar adu cepat merpati. Ia menjadi bukti bahwa di langit Bogor Barat, hobi, prestasi, dan ekonomi rakyat bisa terbang beriringan,” pungkasnya.(And/Andre)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini