BogorPolitan – Sukajaya,
Dalam rangka pelestarian budaya Nasional, akan budaya lokal (tradisional) sebagai penunjang akan adanya Kampung Wisata Desa Kiara Sari, Padepokan Pencak Silat Nitis Budaya, yang berlokasi Kampung Cilongok Rt, 04, Rw, 06, Desa Kiarasari, kondisinya sangat memprihatinkan dengan berdiri sendiri secara swadaya, hingga butuh campur tangan pemerintah utamanya dalam hal sarana dan prasarana latihan.
Dibawah pimpinan Sarjuha, Padepokan Pencak Silat Nitis Budaya, yang berdiri dari empat belas bulan silam terus menunjukkan kiprahnya sebagai wujud nyata dalam mempertahankan budaya tradisional walau dengan kondisi seadanya.
“Padepokan ini berdiri sejak 14 bulan yang lalu, dan selama 14 bulan ini sudah 9 kali tampil dipertunjukan-pertunjukan untuk dibeberapa wilayah Kecamatan Sukajaya, sebanyak 36 murid yang sekarang aktif belajar seni bela diri pencak silat, dari mulai anak-anak usia 10 tahun hingga yang sudah remaja, selama 14 bulan ini sudah 9 kali mengikuti kegiatan pertunjukan yang salah satunya pernah di adakan di kantor Desa Kiarasri,” kata Sarjuha.
Mengingat betap pentingnya bangunan sebagai sarana untuk menjalankan latihan agar lebih fokus, Sarjuha mengharapkan bantuan dan dukungan dari pihak pemerintah.
“Saat ini kami sangat membutuhkan bantuan serta dukungan langsung, dari pemerintah untuk renovasi gubug tempat kami latihan, agar dalam kegiatannya lebih konsen lagi, tenang, focus belajar mengajar,” harapnya.
Sarjuha juga menyampaikan, bahwa seni bela diri pencak silat adalah sarana sebagai ajang bersilaturahmi sebagai simbol persatuan dan kesatuan yang merupakan upaya berkelanjutan dalam pelestarian budaya.
“Dengan bela diri pencak silat kita bisa bersilaturahmi, dan seni bela diri ini merupakan simbol persatuan dan kesatuan bangsa, serta salah satu seni bela diri yang ada dinegara ini yang harus kita lestarikan,” jelasnya.
Kepala Desa Kiara Sari Ahyar Suryadi, yang akrab disapa Jaro Ahyar, saat dihubungi melalui pesawat whatsappnya menyatakan, sangat mengapresiasi adanya Padepokan Pencak Silat Nitis Budaya dalam menunjukkan eksistensinya.
“Kami sangat mendukung adanya budaya yang ada di Desa Kiarasari, sekarang ini kami sedang melakukan komunikasi dengan beberapa pihak diantaranya dengan universitas yang peduli terhadap budaya dan kearifan lokal, semoga dapat membantu dalam pengembangannya baik dalam sisi pengembangan kapasitas dan atau pasilitas,” tulisnya. Jum’at 25/06/2021.
Dalam pesan Whatsappnya juga Jaro Ahyar, mengaku sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan PariwisataPariwisata (Disbudpar).
“Terkait itu kami sudah bermusyawarah akan segera berkoordinasi dengan disbudpar, untuk menunjang sarana dan prasarana, bukan hanya perluasan lahan tapi termasuk soundsistemnya,” ketiknya. (Ipay)






