Bogorpolitan, Cibinong
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat pengamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran. Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk peningkatan jumlah personel dan sarana prasarana pendukung.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) Dishub Kabupaten Bogor, Dadang, mengungkapkan bahwa tahun ini terjadi peningkatan jumlah personel yang bertugas. Jika tahun lalu Dishub menerjunkan 320 anggota, tahun ini jumlahnya naik menjadi 483 anggota.
“Kesiapan tahun ini jauh lebih baik, dengan lebih banyak personel untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik,” ujar Dadang, Kamis (27/3).
Selain itu, jumlah pos pengamanan (pospam) juga bertambah dari sembilan menjadi sepuluh pos, dengan satu pos cadangan yang dapat diaktifkan jika dibutuhkan.
“Kami menambah satu pos karena prediksi peningkatan sekitar satu persen volume kendaraan. Pos cadangan siap diaktifkan jika kondisi mengharuskan,” tambahnya.
Pengamanan ini akan berlangsung sejak 24 Maret hingga 8 April 2025, dengan kemungkinan perpanjangan hingga 10 April. Setiap pos akan beroperasi 24 jam dengan sistem tiga shift, masing-masing delapan jam per shift, dan dijaga oleh 50 anggota per hari.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Dishub Kabupaten Bogor kembali menggelar program mudik gratis. Tahun ini, disediakan 32 armada bus dengan kapasitas 1.200 penumpang. Bus tersebut terdiri dari 20 unit milik Dishub dan 12 unit dari Polres Bogor.
“Untuk mudik gratis, kami hanya menyediakan keberangkatan, sementara kepulangan diatur sendiri oleh masyarakat,” jelas Dadang.
Selain itu, Dishub juga telah memetakan titik-titik rawan kemacetan, khususnya di tiga kawasan utama: Puncak, wilayah barat (Dramaga hingga Leuwiliang), dan timur (Cibubur hingga Cileungsi).
“Kami akan memastikan kelancaran arus mudik di titik-titik utama ini, dengan prioritas khusus di kawasan Puncak yang selalu padat saat libur Lebaran,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam, menegaskan bahwa pengamanan Lebaran tahun ini akan lebih optimal dan terstruktur. Salah satu prioritasnya adalah menjaga ketertiban di perumahan yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik.
“Kami telah menginstruksikan setiap Kepala Seksi Satpol PP di kecamatan untuk melakukan patroli rutin, khususnya di kawasan perumahan kosong, guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan,” ungkap Cecep.
Selain itu, Satpol PP memperkuat keberadaan pos pengamanan di sembilan titik strategis, termasuk Gadog, Cisarua, Cigombong, Leuwiliang, Cileungsi, Laladon, Rancakarsa, Cibinong, dan Parung Panjang.
“Petugas Satpol PP akan bekerja sama dengan muspika dan Forkopimcam untuk menjaga ketertiban di titik-titik yang dianggap rawan,” ujarnya.
Apel bersama dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2025 juga akan digelar untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri. Apel ini akan melibatkan kepolisian, TNI, Dishub, dan Satpol PP.
“Kami turut serta dalam pengamanan mudik yang difasilitasi oleh Polres dan Dishub. Beberapa bus juga akan diberangkatkan dari Pakansari,” beber Cecep.
Selain jalur mudik, pengamanan juga diperketat di kawasan wisata yang diprediksi akan ramai dikunjungi, seperti Puncak, Babakan Madang, dan wilayah timur Kabupaten Bogor.
“Kami akan berkoordinasi dengan Forkopimcam, kepolisian, dan TNI untuk memastikan tempat wisata tetap aman dan tertib,” katanya.
Tak hanya jalur mudik dan tempat wisata, Satpol PP juga mengawasi pasar tumpah atau area pasar yang berada di jalur utama pemudik.
“Kami akan mengirimkan surat imbauan kepada camat di wilayah dengan pasar tumpah, seperti Ciawi, Cisarua, Parung, dan Citeureup, agar dilakukan pengamanan lebih ketat guna mencegah kemacetan dan menjaga ketertiban,” ungkap Cecep.
Satpol PP Kabupaten Bogor mengerahkan sekitar 200 personel untuk memastikan pengamanan berjalan optimal. Setelah Lebaran, fokus akan dialihkan ke pengamanan tempat wisata dan jalur rawan lainnya.
“Kami berkomitmen untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama Lebaran, agar masyarakat bisa mudik dengan tenang dan kembali dengan nyaman tanpa gangguan ketertiban,” pungkasnya.






