Siswa Pelaku Penganiaya Teman Sendiri, Terancam Dikeluarkan

0
556 views

Liputan : Eka Rufa ||

BogorPolitan.com – Cianjur,

Siswa kelas 9 Madrasah Tsanawiyah (MTs) NH, AK (15), yang melakukan penganiayaan terhadap adik kelasnya DH (14) di kebun teh, terancam dikeluarkan.

Hal itu disampaikan salah seorang guru MTs ketika di temui kantor Kepala Sekolah di Kab. Cianjur, Senin (23/10/2023).

Kasus penganiayaan itu, berawal dari cemburu buta dan rasa kesal pelaku terhadap (DH) Pasalnya, (DH) di duga sering menghubungi pacarnya via WatsApp. Sedangkan perempuan idaman AK beralamat di daerah Sukabumi.

“Saking kesalnya, AK mengajak paksa DH yang berada di dalam kelas untuk di ajak ke luar kekebun teh,” ujarnya.

Sesampainya di lokasi kejadian AK menantang DH duel. Namun DH tidak melayaninya. Akhirnya AK menendang korban sampai jatuh dan menginjaknya.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman AK, yakni Ys (15), Rvl (15) dan DA(15) berusaha melerainya. Dengan tujuan agar tidak terjadi perkelahian. “Mereka bertiga hanya melerai, dan tidak ikut mengeroyok korban,” tegasnya.

Dia juga menambahkan, bahwa pengakuan ketiga teman AK itu hanya melerai, bukan mengeroyok.

“Meskipun korban sudah ditendang dan diinjak, DH tetap tidak melawan. Korban malah berlari masuk ke dalam kelas,” tambahnya.

Diia dan rekan guru MTs kini sedang mencari orang yang memvideokan dan memviralkan kasus penganiayaan ini ke media sosial.

“Kami semua sedang mencari siapa orangnya yang memvideokan dan memviralkan vidio tersebut ke Medsos,” ujarnya.

Nanti kembalinya Kepala Madrasah dari Polres Cianjur, akan melakukan rapat bersama Komite Sekolah yang membahas tentang kasus penganiayaan yang terjadi di luar area sekolah.

“Kalau hasil rapat nanti, semua mengusulkan untuk di keluarkan, ya mau tidak mau kami akan mengeluarkan AK dari sekolah,” jelasnya.

Sementara itu Dyt guru MTs lainnya menjelaskan, pihaknya setiap hari selalu melakukan pengawasan kepada seluruh anak didiknya, agar tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji.

“Padahal setiap upacara yang di laksanakan setiap hari Senin, Pak Kepala MTs sering mengingatkan para anak didik untuk tidak melanggar aturan sekolah atau melawan hukum,” jelas Dyt.

Kasus yang mencoreng nama baik sekolah ini, luput dari pengawasan sekolah.

“Kami berharap, kasus penganiayaan yang terjadi beberapa hari lalu, merupakan yang pertama dan terakhir bagi MTs, dan tidak boleh terjadi lagi di sekolah kami,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini