BogorPolitan – Kab. Bogor,
Dijumpai diruang kerjanya, Kepala Desa Babakan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Syaehu Syam menuturkan terkait Pelaksanaan PPKM di wilayah Desa Babakan.
“Untuk Desa Babakan memang terus terang sangat mengkawatirkan, karena gerakan masyarakat mobilenya sangat luar biasa dibandingkan dengan desa lainnya karena dengan adanya IPB yang sekarang sudah melaksanakan aktifitas yang khususnya dalam rangka penelitian semester akhir,” ucapnya mengawali perbincangan dengan Bogorpolitan, Senen (18/1).
Saya sudah berkali-kali menghimbau kepada seluruh masyarakat termasuk didalamnya IPB dalam rangka melaksanakan PSBB atau PPKM ada 3 hal yang menjadi perhatian, pertama Displin 3M, kedua melaksanakan Chek Point khusus diwilayah Desa Babakan yang luar biasa pergerakan mobilenya yang begitu padat, berkomunikasi dengan pihak IPB dan Satgas Corona Tingkat Kecamatan.
“Insya Allah ini akan meminimalisir hal-hal yang tidak diharapkan oleh kita semua, terpenting kami bekerjasama dengan IPB memberi himbauan terkait PPKM itu,” jelas Syaehu.
Untuk pelaku usaha sendiri baik itu swalayan, mini market maupun pedagang kuliner yang ada di Jl. Babakan sekitaran IPB, Syaehu sudah memberikan himbauan dan sosialisasi terkait PPKM.
“Untuk toko-toko swalayan memang sudah mematuhi aturan ini dengan buka jam 08.00 dan tutup jam 19.00 aktifitas usahanya dibatasi selama PPKM, untuk warung-warung Kuliner memang belum tapi kami sudah bekerjasama dengan Paguyuban Pedagang yang ada disekitaran ini paling tidak memberikan himbauan terkait batasan waktu yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.
Bila memang melanggar atau tidak mematuhi aturan kita berikan pemberitahuan melalui surat SP1, SP2 dan SP3 bila memang tidak mematuhi bisa di kenakan sangsi penutupan, tegasnya.
Dikatakan Syaehu masyarakat yang terkonformasi Positif Corona di Desa Babakan ini mencapai angka 46 orang, 6 meninggal karena ada penyakit bawaan dan lainnya sudah sembuh 100 persen.
Kami bersama Muspika Kecamatan, Polsek dan Koramil selalu melakukan Patroli terkait kerumunan yang dilakukan masyarakat maupun mahasiswa IPB, belum kita terapkan sangsi tapi masih berupa teguran dan himbauan.
Syaehu menambahkan ia sudah sampaikan ke pihak IPB dalam hal ini Direktur Kemahasiswaan terkait aktifitas mahasiswa kemungkinan ada tatap muka. Proses belajar tatap muka ini akan luar biasa padatnya sehingga kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan IPB.
“Pada dasarnya Pemerintahan Desa tidak berkeberatan dengan kehadiran teman-teman mahasiswa dari luar daerah, asal dengan catatan lapor dulu ke rt/rw dan memberikan data hasil rapid test,” ucapnya.
Saya berharap dengan pelaksanaan PPKM ini dapat mencegah paling tidak meminimalisir pergerakan Covid 19. Terus terang saya sangat kawatir dengan kondisi yang ada, info dari Gugus Tugas Covid Nasional Grafiknya naik terus.
Tentunya dengan PPKM ini bisa meminimalisir bahkan memutus mata rantai penularan Covid 19, dengan catatan masyarakat Disiplin melaksanakan 3M, terus terang melihat kepercayaan masyarakat terhadap wabah ini hanya 20 persen masih banyak yang menganggap sepertinya Covid ini tidak ada. Tapi kami terus berusaha bersama para rt rw, tokoh masyarakat, para ustadz, kyai untuk menyampaikan himbauan ini pada masyarakat dengan terus Disiplin melaksanakan 3M, tutupnya.
Dharmawan






