Satu-Satunya Akses Jalan Masyarakat Desa Gelarpawitan Cidaun Harapkan Perbaikan Jembatan Cisarakan Segera Direalisasikan

0
721 views

Laporan : Eka Rufa ||

Cianjur – BogorPolitan.com,

Dari ramainya pemberitaan media online dan media sosial menjadi hal ini menjadi sorotan, Jembatan gantung Cisarakan menjadi satu -satunya akses jalan bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas khususnya bagi anak – anak untuk bersekolah .

Masyarakat Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur sangat berharap perbaikan jembatan gantung Cisarakan segera dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan jembatan yang ambruk akibat bencana banjir pada Tahun 2021 lalu sampai sekarang tidak bisa dipergunakan.

“Jembatan ini satu-satunya akses jalan bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dari Desa Gelarpawitan ke Desa Neglasari Kecamatan Naringgul,” ujar Heri Kuswanto kepada Wartawan, Kamis (30/06/2022) kemarin.

Heri (45) menjelaskan, jembatan yang berlokasi Kampung Cisarakan, RT 04 RW 01, Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun itu adalah penghubung antara desa Gelarpawitan Sareng desa Neglasari. Selain digunakan oleh anak sekolah Sekolah Dasar Negri (SDN) Cisarakan, juga sebagai sasaran jalan Bagi warga berobat ke Puskesmas Cibuluh, Kecamatan Cidaun.

“Tentunya, jembatan Cisarakan juga berfungsi sebagai akses ekonomi, dan sosial budaya warga masyarakat antara Desa Gelarpawitan dengan Desa Neglasari, Kecamatan Naringgul,” jelasnya.

Heri melanjutkan, tanggal 23 Desember 2021 lalu, memang terjadi hujan yang cukup lama. Dari pantauan staf desa tidak terjadi kerusakan apa pun pada Namun karena hujan turun lagi sejak sore hari hingga malam, dengan intensitas yang besar, maka jembatan Cisarakan akhirnya ambruk.

“Selain itu, dilokasi yang berbeda, jabatan bambu Cimaragang, hasil swadaya masyarakat yang menghubungkan Desa Gelarpawitan dengan Desa Cibuluh juga hancur bahkan terbawa arus banjir yang sangat besar,” tambahnya Heri.

Heri mengharapkan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Cianjur, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk segera memperbaiki dan membangun kembali jembatan-jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sebagaimana janji para pejabatnya disaat meninjau kebeberapa lokasi sungai yang terkena bencana banjir pada 23 Desember 2021 lalu.

“Selain terisolasi karena akses jalan untuk roda empat tidak ada, Desa Gelarpawitan ini dikelilingi oleh tiga sungai besar. Kebutuhan jembatan sebenarnya berjumlah 17 buah, namun yang ada cuma enam. Dan dua diantaranya hancur, jadi saya mohon bantuannya dengan segera demi masyarakat dan anak-anak sekolah,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini