Bogorpolitan.com, Nanggung
Ruas Jalan Raya Ace Tabrani hingga Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. kini berubah menjadi lintasan berisiko tinggi bagi para pengguna jalan.
Jalan kabupaten yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan itu mengalami kerusakan parah, dengan lubang-lubang besar menganga di sejumlah titik dan menjadi ancaman serius, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Lubang-lubang tersebut kerap luput dari pandangan, khususnya saat hujan turun.
Genangan air menutupi permukaan jalan yang rusak, membuat pengendara tak menyadari bahaya hingga akhirnya terperosok.
Kondisi ini disebut warga sebagai penyebab utama meningkatnya kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.
“Kalau sudah hujan, lubangnya sama sekali tidak kelihatan. Jalan licin, banyak motor jatuh, dalam sepekan ini sudah ada 5 kejadian,” ujar Aceng, warga sekitar, saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, insiden kecelakaan hampir terjadi setiap hari, dengan korban didominasi pengendara roda dua.
Sebagian besar mengalami luka ringan hingga sedang, namun tak sedikit yang harus mendapatkan perawatan medis.
“Yang lecet-lecet sudah biasa. Tapi ada juga yang luka cukup parah sampai harus dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Ancaman jalan rusak itu juga dirasakan Agam, pemilik bengkel motor yang berada tak jauh dari lokasi. Dari bengkelnya, ia kerap menjadi saksi pertama kecelakaan yang terjadi di jalan tersebut.
“Senin (26/1), dari siang sampai sore saja sudah tiga motor jatuh. Salah satunya Ronal, karyawan PT Sinar Mas, warga Cibeteng Muara. Tangan dan kakinya luka, kami bantu menepi ke pinggir jalan,” tutur Agam.
Kondisi jalan yang rusak tak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Jalan Ace Tabrani-Curug Bitung merupakan akses penting bagi pekerja, pelajar, hingga distribusi barang.
Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh.
Mereka menilai penambalan sementara tidak lagi memadai untuk mengatasi kerusakan struktural yang ada.
Perbaikan total ruas jalan tersebut dinilai mendesak demi menghentikan rentetan kecelakaan dan menjamin keselamatan pengguna jalan yang setiap hari bergantung pada akses vital tersebut
“Kami takut kalau dibiarkan terus, bukan cuma luka-luka, tapi bisa sampai ada korban jiwa,” tukasnya.***(Ads)






