Babinsa dan Dermawan Wujudkan Rumah Layak bagi Keluarga Korban Gempa Cianjur

0
389 views
Sertu T Hendarto tengah mengawasi berlangsungnya pembangunan rumah milik keluarga Elan yang didanai oleh Alam Sunda.

Bogorpolitan.com, Cianjur

Sepasang suami istri di Kampung Pawenang, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, terpaksa menghuni hunian sisa gempa yang kondisinya semakin memprihatinkan. Rumah panggung hunian sementara (huntara) peninggalan gempa 21 November 2022 itu, hampir seluruh dindingnya telah dibalut terpal untuk menahan angin dan hujan.

Pasangan tersebut adalah Elan (32) dan Perawati (31) yang dikaruniai tiga orang anak. Elan, sebagai tulang punggung keluarga, tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia hanya bekerja serabutan sebagai buruh tani ketika ada yang membutuhkan.

Melihat kondisi rumah yang nyaris roboh itu, Babinsa Desa Wangunjaya, Sertu T. Hendarto, tergerak untuk membantu keluarga Elan mendapatkan rumah yang layak, terlebih di dalamnya tinggal seorang balita.

“Ini sebenarnya bukan tugas langsung saya, tapi hati ini tidak tega. Meski saya tidak punya uang, kalau niatnya tulus membantu, Insya Allah ada jalan,” ujar Hendarto, Selasa (27/1/2026).

Upaya yang dimulai sejak setahun lalu itu awalnya menemui jalan buntu. Proposal bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang diajukan ke TKSK Kecamatan Cugenang, Dinas Sosial, hingga BAZNAS, belum membuahkan hasil.

Tak menyerah, akhirnya pertolongan datang dari pertemuan tak terduga. Hendarto bertemu dengan pemilik Alam Sunda, H. Vhandi Adam, di sebuah warung kopi. Dari percakapan santai itulah, kepedulian lahir.

“Alhamdulillah, selama kurang lebih satu tahun mencari, akhirnya ada jawaban,” kata Hendarto.

Bantuan dari H. Vhandi Adam pun direalisasikan. Saat ini, pembangunan rumah untuk keluarga Elan sedang berlangsung. Harapannya, rumah baru ini dapat memberikan kehidupan yang lebih layak bagi mereka.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada H. Vhandi Adam. Saya tidak bisa membalas, hanya doa terbaik yang saya panjatkan semoga Allah mengganti rezeki beliau berlipat ganda dengan keberkahan,” tutur Hendarto penuh haru.

Tidak berpuas diri, Hendarto juga tengah mengupayakan bantuan untuk dua rumah warga lain di desanya yang kondisinya同样 memprihatinkan.

Sementara itu, rasa syukur yang mendalam diungkapkan oleh Elan. “Terima kasih, Pak Haji. Alhamdulillah, berkat bantuan Bapak, keluarga kami akhirnya punya rumah layak. Semoga keluarga Bapak selalu sehat dan rezekinya dimurahkan Allah SWT,” ucap Elan dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Kisah gotong royong ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian dan langkah nyata dari berbagai pihak dapat mengubah hidup sesama yang membutuhkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini