Program Ketahanan Pangan, Ini Apresiasi Camat Rancabungur

0
710 views

BogorPolitan – Kab. Bogor,

Laporan : Supriadi ||

Adanya program ketahanan pangan ini untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setelah kemaren mengalami Pandemi Covid-19 dan diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat secara massal dan bukan tidak mungkin berefek kepada menurunnya perekonomian masyarakat global.

Hal ini dikatakan Camat Rancabungur, Dita Aprilia, ketika ditemui di lokasi kegiatan Musdesus di Gedung Serbaguna Kp. Cimanggu, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Senin 27/06/2022.

Kegiatan Musdesus yang mengusung tema prioritas penggunaan dana desa alokasi anggaran ketahanan pangan Nabati/Hewani ini, dihadiri perwakilan kelompok tani, Tim Penggerak PKK, UMKM, Penyuluh Pertanian dan BPD yang menyampaikan potensi wilayah serta kebutuhan dan semua permasalahan dilapangan.

Dalam musyawarah, Dita melanjutkan, dijelaskan juga lokasinya ini ada atau tidak, lokasinya dimana, kebutuhannya apa saja, pelakunya ada apa tidak dan produknya apa.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk berinovasi jangan hanya terpaku dengan menjual produk panen akan tetapi bagaimana produk panen seperti ikan nila dibuat pepes yang difrozen, begitu juga dengan produk panen lainnya seperti singkong bisa dibuat keripik dengan kemasan yang bermacam rasa,” terangnya.

Dirinya ingin mengkolaborasikan Program Ketahanan Pangan dengan program penurunan Stunting, khususnya di Desa Mekarsari.

“Salah satunya melalui Jumat Berkah atau bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Desa, para petani memberikan hasil panennya kemudian dipola dalam Dapur Sehat untuk kemudian diberikan kepada keluarga yang terindikasi memiliki bayi yang Stunting,” ujarnya.

Untuk kelompok tani, Dita menambahkan, karena kita perlu masyarakat yang memiliki skill, pastinya kelompok tani yang ada dan sudah berjalan akan kita evaluasi untuk dikolaborasikan dengan program ketahanan pangan, makanya untuk kelompok tani yang aktif kita siapkan pendampingan karena anggaran ketahanan pangan ini bukan Dana Hibah tapi Dana Desa yang harus dipertanggung-jawabkan.

“Untuk pengembangan ikan, kita harus dapat membaca kondisi lapangan. Jangan terpaku dengan irigasi dan empang tetapi dengan kondisi lahan seadanya. Bisa kita buat kolam terpal, tentunya atas bimbingan penyuluh pertanian dan perikanan,” jelasnya.

Masih kata Dita, setiap wilayah memiliki karakter masing masing. Ada lahan pertanian, lahan basah atau LP2B yang kita kenal sekarang. Tapi saat ini kita melihat kondisi perubahan karakteristik masyarakat.

“Untuk Kecamatan Rancabungur ada beberapa produk unggulan yang masih kita bisa pertahankan dan ada beberapa yang sudah tidak menjadi produk unggulan lagi. Dengan program ini, mudah-mudahan wilayah dan warga masyarakat akan lebih maju lagi. Bukan hanya dari sisi ekonomi akan tetapi semua akan kami kawal untuk rancabungur lebih maju lagi,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini