Pembangunan Irigasi Diduga Tidak Sesuai Papan Informasi Kegiatan 

0
1,034 views

BogorPolitan – Cibungbulang,

Pelaksanaan Pembangunan Irigasi yang dilaksanakan pemerintahan Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, sebagian telah selesai dikerjakan dengan rincian volume P.60 m × T.1m × L.0,35m sumber Dana Desa (DD) tahap I sebesar Rp.72.172.000.00,-. Namun pelaksanaan pekerjaannya diduga tidak sesuai antara hasil pekerjaan dengan yang tertera di papan kegiatan.

Melalui percakapan melalui telepon selular dengan salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, meminta agar awak media Bogorpolitan.com mengecek pembangunan di lapangan.

“Tolong bapak cek pelaksanaan pembangunannya, saya warga cemplang yang ingin semua hasil pembangunan benar benar sesuai,” ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Hal tersebut langsung ditindak lanjut awak Bogorpolitan.com dengan menemui pekerja dan langsung melakukan pengukuran hasil pekerjaannya.

Dengan disaksikan oleh Ketua RT 09 dan Ketua Rt 10, ternyata ada kekurangan volume tinggi 27 cm, lebar 27 cm.

“Saya tidak diajak bicara pada saat sebelum pelaksanaan, yang ikut itu Rt 9, yang disini (Rt 10) masih dalam tahap pengerjaan,” ungkap Haer, Ketua Rt 10.

Doni, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Tidak menjawab panggilan ketika dihubungi, namun melalui Whatsapp massanger memberikan nomor kontak pendamping desa.

“Langsung aja ke beliau sebagai pelaksananya, saya mah hanya ketitipan doang, kalau enggak hubungi Pjs, Pak Erik, tadi udah laporan. Doni mah cuma mantau saja, yang punya wewenang Pak Erik,” isi pesan Whatsapp Doni dengan menggunakan bahasa sunda.

Ketika hendak dikonfirmasi Erik Setiawan, PJS Desa Cemplang tidak ada ditempat karena sedang ada bimtek, itu disampaikan melalui pesan Whattsapp nya.

“Saya sedang bimtek,” jawab Erik dalam bahasa sunda yang halus.

Ditempat terpisah, Mama selaku Pendamping Desa Cemplang, di kantor Kecamatan Cibungbulang, Selasa 26/11/2019 mengatakan, ada kesalahan teknis dari para pemborong.

“Kemaren ada kesalahan teknis dari pemborong, Jadi intinya karena memang keterbatasan waktu dengan pemilihan Kepala Desa yang baru, Pjs pun sangat sibuk juga, kalau ada yang salah dalam pekerjaan itu kenapa masyarakat diam, silahkan masyarakat kontrol ini kan dari masyarakat untuk masyarakat,” terang dan pungkas Mama.

Reporter : Dedi/M. Ilyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini