BogorPolitan.com, Jakarta
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan belasungkawa atas musibah jatuhnya helikopter BK117-D2 (H145) milik PT Eastindo Air dengan registrasi PK-RGH yang hilang kontak pada Senin (1/9/2025) pagi.
Helikopter tersebut baru ditemukan tim SAR darat pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan duka mendalam atas kejadian yang menewaskan seluruh kru dan penumpang.
“Semoga para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Lukman.
Korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi antara lain:
Capt. Haryanto (Pilot in Command) – WNI
Engineer Hendra (Crew) – WNI
Mark Werren (Penumpang) – WNA Australia
Santhakumar Prabhakaran (Penumpang) – WNA India
Claudinei Pereira Quinto (Penumpang) – WNA Brasil
Yudi Febrian (Penumpang) – WNI
Andys Rissa Pasulu (Penumpang) – WNI
Iboy Irfan Rosa (Penumpang) – WNI
Ditjen Hubud mengapresiasi kerja keras Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat yang terlibat dalam pencarian helikopter. “Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat setempat atas dukungan penuh yang diberikan,” lanjut Lukman.
Sebagai tindak lanjut, Ditjen Hubud menyatakan mendukung penuh investigasi yang kini dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab insiden. Hasil penyelidikan akan menjadi masukan penting bagi peningkatan keselamatan penerbangan.
“Kami berkomitmen memperkuat pengawasan dan pelaksanaan regulasi keselamatan penerbangan, terutama dalam operasional helikopter di wilayah dengan karakter geografis menantang,” tegas Lukman.***






