Kades, Kasie Dikes Kecamatan Dengan USAID Kab. Bogor Sosialisasikan TPT

0
453 views

BogorPolitan – Cibungbulang
Laporan : Raka Bayu Kamajaya ||
Kepala Desa (Kades) Girimulya dengan Kasi Pendidikan dan Kesehatan (Dikes) Kecamatan Cibungbulang serta United States Agency International Development (Usaid) Distrik Kabupaten Bogor, melakukan sosialisasi tentang Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Kegiatan sosialisasi TPT USAID Distrik Kabupaten Bogor, dilaksanakan di Desa Girimulya, Jum’at 29 September 2023.

Mardiman Kades Girimulya mengatakan
sosialisasi TPT yang digelar oleh USAID Distrik Kabupaten Bogor, pihaknya telah mengutus perwakilan, yang kemudian akan diinformasikan lebih lanjut.

“Untuk acara sosialisasi tadi, kita hanya perwakilan dari setiap RT dan RW dan bakal ada tindak lanjut secara umum. Kami terjun ke masyarakat ke tempat pengajian, perkumpulan ibu-ibu, untuk menyongsong Indonesia emas, warga desa Giri Mulya harus menjaga pola hidup sehat,” ungkapnya.

Untuk mencapai hal yang diinginkan, upaya yang terus dilakukan Mardiman, secara terus menerus menghimbau kepada masyarakatnya untuk mengikuti pola hidup sehat.

“Saya menghimbau kepada masyarakat menjaga pola hidup yang sehat, pola makan, sering chek up kesehatan, dan minimal olahraga paling sedikit lima belas menit. Agar badan sehat dan untuk menyongsong Indonesia emas,” tegasnya.

Senada dengan Mardiman, Kasie Dikes Kecamatan Cibungbulang Ridwan mengatakan, pihaknya hanya menyediakan tempat untuk kegiatannya.

“Kita mendapat program dari yayasan project hope dan jaringan Indonesia positif kami disini hanya menyediakan tempat dan mendatangkan RT RW oleh desa Girimulya, semua program dan pemaparan materi dari tim USAID,” ujarnya.

Sementara itu, Sherly Kepala Distrik Advokasi dan Fatnership Officer Usaid, didampingi Wawan Distrik Sosial Mobile Session Officer Kab. Bogor menyatakan

“Dalam pemantauan saya TBC ini maju, walaupun mungkin dari penemuan kasus kita tertinggi, akan tetapi untuk penanganan dan komitmen Pemerintah cukup maju. Buktinya mulai dari tingkat pusat kita sudah melakukan pelatihan dan mengupdate, sama dengan yang dilakukan secara global. kerjasama dari NGO kemudian LSM komitmen nya sama juga,” terangnya.

Dia mengatakan, dari kerja keras yang bagus, sehingga adanya peningkatan penemuan kasus, penyebabnya karena kesadaran masyarakat yang kurang.

“Tetapi kalau dilihat datanya memang meningkat, karena mungkin kesadaran masyarakat kita sendiri atau mungkin yang pengobatannya tidak tuntas, sehingga bisa jatuh dan kambuh lagi.

Menutut Sherlly, ada cara baru didalam terapi pencegahan tuberkulosis yang di galakan secara Internasional, adalah dengan metode minum obat.

“Pembahasan tentang TBC ini kan luas, tapi untuk hari ini kita lebih mengutama kan terapi pencegahan tuberkolosis dan melihat masyarakat juga. ternyata ada cara pencegahan yang terbaru, sedang di galakan secara internasional, dengan menggunakan obat yang diminum 3 bulan. Guna mencegah TBC dalam kontak serumah,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini