BogorPolitan – Kota Bogor,
Laporan : Raka Bayu Kamajaya ||
Eco Printing menjadi target prioritas dari Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) University, di Program International Association of Student in Agricultural and Associated Science – Local Committee (IAAS – LC).
“Hal tersebut kami melakukannya guna mengedukasi, yang difokuskan kepada para pemuda, dengan mengusung tema tahun 2023 ini fokus kepada bagaimana menjaga lingkungan,” kata Humas IAAS – LC – IPB University Alya Khairunnisa, Minggu 03 September 2023.
Alya mengatakan, para pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Kota Bogor, menjadi partisipannya di dalam kegiatan Eco Printing yang digagasnya.
“Fokus programnya yaitu para pemuda, dengan partisipannya itu adalah target siswa siswi SMAN 10 Kota Bogor yang telah kami lakukan kemarin hari Sabtu 02 September 2023,” ujarnya.
Menurut Alya, kegiatan Eco Printing bisa menjadi solusi, didalam mengedukasi mengatasi persoalan sampah, dengan cara mendaur ulangnya.
“Sebagai bahan ajar bagi para siswa dan siswi kita mengumpulkan kaos dari mereka untuk dilakukan proses eko printing,” ucapnya.
Senada dengan Alya, Ketua IAAS-LC- IPB University menyatakan, kegiatannya untuk meningkatkan kepedulian anak muda dengan adanya efek limbah Fast Fashion, yang diadakannya di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.
“Target kita saat ini adalah SMA Negeri 10 Bogor terhadap limbah fast fashion, karena akhir-akhir ini fast fashion itu menjadi penyumbang limbah terbesar nomor dua di dunia,” terangnya.
Dia mengatakan, sebagai penunjang utama di dalam kegiatan Eco Printing, pihaknya menggandeng Arae Clothing yang bergerak dibidangnya.
“Kalau untuk workshop ini kita berusaha mendaur ulang baju bekas, memakai metode eco printing yaitu dengan cara pewarnaan alami, yang berasal dari dedaunan,” ungkapnya.
Masih itu ditempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah SMAN 10 Kota Bogor, Arsal menyambut positip kegiatannya IAAS-LC-IPB University dengan siswa /i nya, sebagai program kemitraan yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka.
“Kami sangat berterima kasih karena ini salah satu program kemitraan, sejalan dengan projeck prima dalam kurikulum merdeka, dimana siswa di tuntut untuk punya jiwa wirausaha. Dengan harapan kedepan, pengetahuan yang diberikan anak-anak IPB ini bisa bermanfaat buat anak-anak kita,” ucapnya.
Sebagai wujud komitmennya didalam mendukung program IAAS – LC – IPB di Sekolahnya, Arsal mengutus 100 Orang perwakilan sebagai peserta kegiatan.
“Dari kelas 10 dan 11 ada 72 orang serta dari kelas 12nya 28 jadi totalnya semua ada 100 siswa dan siswi. Kegiatan ini memang nyambung sekali di kurikulum, karena kami didalam pembelajaran nya ada keterbatasan waktu dalam praktek dan narasumber, namun dengan ada kegiatan ini kita merasa terpadukan, jadi mudah-mudahan lebih kuat lagi,” harapnya.
Pada gilirannya, Ketua tim kreatif media Arae Clothing, Abdul Azis hadir sebagai tutor Eco Printing menjelaskan, tehnik pewarnaan alami sebagai upaya untuk mengurangi limbah Fast Fashion yang selama ini menjadi polemik.
“Teknik eco printing untuk proses awal pemilihan bahan pewarna alami, salah satunya dari kulit kayu, dedaunan atau bisa juga dari bahan-bahan lain seperti bubuk limbah teh,” katanya.
Proses kedua, lanjut Azis, itu ada proses mordanting untuk mengikat pewarna alami pada kain utama, setelah itu penataan daun terhadap kain utama.
“Bahan yang akan kita gunakan adalah jenis katun serat alam, agar hasil yang dimunculkan itu sempurna. Daun yang digunakan ada tiga jenis, bisa dari color group ada Tanin group dan esit group,” pungkasnya.






