BogorPolitan – Jasinga
Laporan : Ipay ||
H. Rahmat, Warga Asli Jasinga yang lahir dan besar disana, merasa sangat tersinggung ketika mendengar tentang informasi yang beredar di wilayahnya dengan adanya kalimat ‘Warga Jasinga Seperti Primitif’ yang diduga dilontarkan oleh pelaksana pembangunan Taman Thematic Jasinga (TTJ).
Dalam ucapannya yang kalem, namun tersirat kalimat tegas, H. Rahmat dalam keterangannya, Sabtu, 29/01/22, di Rumahnya Desa Kalong Sawah, menyebutkan bahwa statement yang disampaikan Oknum sudah menghina orang Jasinga secara keseluruhan.
“Dia mengeluarkan statemen seperti itu saya tuntut itu orang, berarti sudah enggak beres itu orang, sudah seenaknya saja, dia sudah cari makan di jasinga, menghina lagi sama orang jasinga, dia maunya apa sih?, seharusnya dia bersyukur, sudah tidak diganggu, kalau masalah kerusakan itu bisa saja dengan kelalaian dengan qualitasnya, kalau pun ada yang merusak, silahkan cari saja orang yang merusaknya, jangan di kum kan (pukul rata),” ungkapnya.
Atas dasar ketersinggungan tersebut H. Rahmat menegaskan agar Oknum yang diduga Ucapkan kalimat ‘Warga Jasinga Seperti Primitif’ untuk datang dan menjelaskan tujuan kalimat yang dilontarkannya dihadapan Warga Jasinga, secara langsung dan terbuka.
“Saya sangat tidak terima, sangat salah berat dia, mengatakan primitif itu, emang apa ? Jasinga dibilang primitif selama ini, enak aja bilang primitif, suruh dia datang ke jasinga, jelaskan dan klarifikasi, ada apa ? sebab apa ? dia bisa bicara primitif sama warga jasinga, kami selama ini tidak pernah mengusik orang, bahkan saya tidak pernah tahu disitu ada pembangunan, tahunya ada bahasa primitif,” tegasnya.
Suruh datang kesini tuh orangnya, H. Rahmat melanjutkan. “Yang bilang primitif, dia harus datang ke jasinga, yang ada nanti diacak-acak lagi dia, karena kami tidak pernah merusak dengan apa yang sudah ada di jasinga, tapi kalau sudah dianggap merusak kepalang tanggung saya rusak sekalian,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, H. Rahmat berjanji akan di jamin keamanannya, jika Oknum tersebut berani datang ke Jasinga untuk mengklarifikasi maksud ucapannya ‘Orang Jasinga Primitif’
“Dalam keamanan jelas dijamin, orang Jasinga itu orang damai, suka musyawarah, kita hanya ingin tahu aja, atas dasar apa dia sampai berkata ‘Primitif Orang Jasinga’ itu saja, selama dia punya itikad baik, orang jasinga santun, namun dengan adanya pernyataan Primitif Orang Jasinga sangat menyinggung perasaan, terutama saya orang Jasinga asli, dia sangat salah berat, dia cukup datang kesini di klarifikasi,” tambahnya.






