Dua Tahun Aliran Irigasi Terputus Pemdes Purwasari Harapkan Perhatian Pemerintah

0
846 views

BogorPolitan – Dramaga,

Laporan : Dharmawan,

Irigasi yang mengaliri sekitar 702 hektar area persawahan di Desa Purwasari dan 3 lainnya di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor susah sejak 2 tahun lalu mengalami kerusakan, putus akibat longsoran tanah seolah dibiarkan dan kurang mendapat perhatian UPT terkait.

Pasalnya sejak terputus aliran irigasi di tahun 2019 sudah mengajukan bantuan perbaikan ke Dinas terkait bahkan UPT Infrastruktur Kelas A Wilayah IV Leuwiliang sudah beberapa kali melaksanakan survei namun hingga kini belum juga turun bantuan.

Tersebut disampaikan Kepala Desa Purwasari Muh. Yusuf Mustopa kepada media ini diruang kerjanya, Senin (15/11).

Penyebab utama rusaknya aliran irigasi di Kp. Kokoncong itu kata Kades, terputus dan tergerus longsoran tebingan dan sementara kami bersama warga menanggulangi itu supaya bisa teraliri air lagi namun kekuatannya hanya sementara, kondisi cuaca saat ini kami kuatir aliran tersebut bisa terputus lagi.

“Kami bersama masyarakat meminta lahan warga yang lain mengikis untuk mengairi irigasi sementara karena sifatnya sementara kalau dalam jangka panjang kita khawatir bisa longsor, baik yang dibawah maupun yang tebingan, karena sifatnya urgen kita hanya bisa bantu Rp. 10 juta dari Dana Penanggulanan Bencana Darurat agar aktifitas pertanian warga tetap berjalan sambil menunggu bantuan dari pemerintah,” jelasnya.

Selain itu dialiran di Setu Bala yang terletak di Kp. Cisasah ada tebingan yang mengancam warga jarak ke aliran yang terputus lebih kurang 700 meter, karena cuaca saat ini kami khawatir terjadi longsoran lagi, sambungnya.

“Memang sudah ada survei beberapa kali dari UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah IV Leuwiliang namun belum juga ada tindak lanjutnya, saya sangat berharap tahun 2022 sudah bisa dibangun/diperbaiki Irigasi tersebut,” harapnya.

Kata Dia aliran irigasi itu mengairi 4 desa yaitu Desa Purwasari, Desa Petir, Desa, Neglasari dan Desa Sukajadi. Desa Purwasari dan Desa Petir merupakan Lumbung Pertanian yang memang sangat membutuhkan Aliran Irigasi.

“Padahal kami pihak desa sudah sering mengusulkan dalam Musrenbang untuk perbaikan Irigasi tersebut, namun hingga kini belum ada realisasinya,” kata Yusuf

Dia sangat berharap Dinas terkait segera mensurvei dan mengecek kembali lokasi irigasi yang rusak tersebut.
“Setidaknya ada kepastian dan kabar kapan Irigasi akan diperbaiki,” tegas Yusuf.

“Harapan saya mudah- mudahan Realisasi Normalisasi Aliran Irigasi tersebut secepatnya ada tanggapan dari Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah IV Leuwiliang sebelum tahun 2022,” pungkasnya.

Editor : KA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini