BogorPolitan – Leuwiliang,
Laporan : M. Ilyas ||
Unit PD. Pasar Tohaga Leuwiliang, Senin 12/12/2022, mendistribusikan 777 paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako), bagi masyarakat terdampak perubahan harga barang (Inflasi) dalam program Operasi Pasar Murah (OPM).
OPM digelar secara serentak di Kabupaten Bogor selama 5 hari, yang dimulai pada hari ini Senin sampai dengan Sabtu 17/12/2022, dengan dua cara pembayaran.
Hal itu diuraikan oleh, Kepala Unit PD Pasar Tohaga Leuwiliang Mulyadi, di Kantornya kepada Wartawan.
“Program ini yang pertama Pemkab Bogor, melihat kondisi masyarakat seperti sekarang ini, mengalami masalah perekonomian.
Tujuannya untuk membantu masyarakat, yang dalam kesulitan serta menekan laju inflasi tersebut,” katanya.
Jadi, lanjut Mulyadi, “untuk biaya tebus murah itu sebesar dua puluh lima ribu rupiah, itu mendapatkan sepuluh kilo beras, gula 1 kilo farm, minyak sayur satu liter serta ikan dalam kaleng 425 gram,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu Mulyadi menjelaskan, untuk memastikan penerima manfaat sudah membayar atau belum, dengan menggunakan barcode.
“Jadi pakai scan barcode, terkait sudah bayar apa belum, nanti ketahuan di sana. Kalaupun belum membayar yang dua puluh lima ribu, nanti bisa bayar disini atau via Qris. Kalau misalkan masyarakat yang mendapatkan notifikasi ini ada kesulitan, mereka bisa menghubungi call centernya,” ujarnya.
PD. Pasar Tohaga Unit Leuwiliang, mendapat quota 777 paket sembako, dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk didistribusikan tepat waktu.
“Data yang pertama kita dapat alokasi, tujuh ratus tujuh puluh tujuh kemungkinan besar akan bertambah, ada pengarahan dari notifikasi tersebut. Di informasikan bahwa mereka di minta datang ke lokasi penyaluran, tempat dan waktu sudah diinformasikan supaya tidak terjadi penumpukan,” pungkas Mulyadi.






