Bank Sampah Saung Jati Tekankan Peran Aktif Masyarakat Manfaatkan Sampah Menjadi Sumber Daya

0
329 views

Laporan : Dharmawan

Bogorpolitan.com, Kota Bogor
Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah.

Warga yang menabung yang juga disebut nasabah memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam.

Bank sampah merupakan strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaun ulang), dan Replace (mengganti) sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola ini maka warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan.

Bank Sampah Saung Jati di RW 09 Kelurahan Cikaret, Kota Bogor, terus menunjukkan pergerakan positif meski baru beroperasi selama 4 bulan sejak diluncurkan pada 19 Oktober 2025, aktif mengelola sampah organik dan anorganik dari warga. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah di Kota Bogor yang mencapai 700 ton per hari. Program ini juga mendorong warga untuk memilah sampah dari rumah, yang berdampak pada kebersihan lingkungan dan memberikan nilai ekonomi tambahan bagi nasabah, seperti tabungan.

Ketua Bank Sampah Saung Jati Ruswanti ditengah kegiatan pemilahan dan penimbangan sampah anorganik menuturkan penimbangan sampah an organik saat ini dilaksanakan sebulan sekali diminggu ke 3 setiap bulannya.
“Sebelumnya sampah sudah dipilah sendiri oleh masyarakat kemudian disetor untuk ditimbang disini,” ucapnya, Sabtu (28/2/2026)

Sampah anorganik berupa Botol-botol plastik Kardus, kertas, besi, almunium termasuk besi bahkan karet ban juga kita terima di Bank Sampah Saung Jati.

“Selain sampah anorganik kita juga menerima minyak jelantah. Saya sampaikan kewarga bahwa minyak jelantah tidak boleh dibuang sebarangan karena dapat merusak eko sistem merusak lingkungan dapat mencemari permukaan air.
Sampah cair ini kita timbang nantinya akan dikirim kepihak ketiga untuk diolah menjadi biodiesel,” papar Ruswanti.

Bank Sampah Saung Jati yang berada di Wilayah RW. 09 Kelurahan Cikaret Kota Bogor baru mempunyai 40 anggota yang aktif dari 6 Rt yang ada.
“Peserta belum maksimal oleh karenanya akan terus kami upayakan sosialisasi, baik secara tatap muka dengan jempu bola ataupun melalui media sosial, bekerjasama dengan PKK, PKH dan bila perlu kita mendatangkan Penyuluh,” tegasnya.

Kedepan kita berencana untuk sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayur, buah, makanan basi, ampas kopi, dan kotoran ternak akan kita urai dengan Magot BSF. Maggot tidak memakan sampah anorganik (plastik/logam), namun efektif mengurai limbah organik basah tanpa bau, sekaligus menghasilkan pakan ternak tinggi protein, dan sudah ada ahlinya yang akan mendampingi prosesnya, sambung Ruswanti.

Peran aktif masyarakat mutlak dibutuhkan dalam pengelolaan bank sampah untuk memilah sampah dari sumbernya (rumah tangga), menabung sampah anorganik, dan mengolah sampah organik, guna mengurangi beban TPA, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memberikan nilai ekonomi. Partisipasi ini mendorong keberlanjutan program, kesadaran lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi komunitas.

“Peran serta atau partisipasi aktif masyarakat tentunya sangat kami harapkan, sangat tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga dapat mengubah paradigma dari sampah sebagai masalah menjadi sumber daya,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini