Tumpukan Sampah di Kampung Sipak, Merenggut Keindahan Bantaran Sungai Cidurian

0
708 views

BogorPolitan – Jasinga,

Sampah menjadi persoalan masyarakat yang butuh penanganan serius, dari semua pihak. Utamanya kesadaran dari masyarakat secara individu, demi tercipta lingkungan yang bersih, rapih, indah juga nyaman.Namun hal ini rupanya tidak seperti yang terjadi di Kampung Sipak, Desa Sipak. Nampak onggokan sampah menghiasi pinggiran Sungai Cidurian.

Namun demikian berbagai upaya dilakukan agar masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah disana, termasuk dengan pemasangan plang himbauan, kenyataannya papan itu hilang entah kemana. Demikian seperti yang dikemukakan Yanti, Penasehat Karang Taruna (Katar) Desa Sipak, kepada BogorPolitan.com, Selasa 13/07/2021.

“Sudah dikasih plang peringatan tapinya hilang, sudah diusulkan ke Pemerintah Desa yang terdahulu, namun tidak ada respon, rencana kedepan akan dilakukan bersama karang taruna, kalau mengingatkan akan sampah sudah dilakukan sejak tahun lalu, pernah ada PPL dari Mahasiswa yang programnya pembersihan sampah di area pinggir sungai Cidurian,” katanya.

Solusi awal yang akan ditempuh oleh pihak Karang taruna dalam penanganan sampah berdasarkan komunikasi dengan Pemerintah Desa Sipak, dalam waktu dekat akan bergotong royong bersama masyarakat setempat.

“Bersama pihak Desa sudah dikomunikasikan tentang ini, jawab kades semua sudah diajukan ke Kabupaten karena dia ini akan dibuat ruang terbuka hijau otomatis sampah harus tidak ada, rencana beliau juga akan dibuatkan tempat pembuangan khusus untuk sampah, namun sebelum terealisasikan sampah akan diangkut menggunakan mobil secara bergotong royong bersama karang taruna, Rt, Rw, Kadus dan masyarakat, agar masyarakat lebih tereduksi,” Yanti menambahkan.

Ditempat yang sama, Ketua Rt 01/03, Kampung Sipak, Amir, menyatakan upayanya dengan menuliskannya di Media Sosial (Medsos).

“Upaya telah kita lakukan salah satunya melalui medsos, kita akan coba dengan program Jum’at Bersih (Jumsih), untuk sementara penanggulangan sampah yang ada dengan cara dibakar, dalam penanganannya apa yang dikatakan bu yanti saya sepakat, namun kami terkendala dengan sarana transportasi, kami butuh bantuan kendaraan motor bak, agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” katanya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sipak, Pupu menuturkan, terkait edukasi kepada masyarakat terus dilakukan walaupun hasilnya tidak begitu efektif.

“Kita selalu memberikan arahan terhadap masyarakat sekitar, bahkan sudah mendatangkan pihak pukesmas namun hasilnya sama saja tidak begitu efektif,” tandasnya. (Ipay).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini