Bogorpolitan – Cibungbulang,
Persoalan debu berterbangan, ketika jalan yang baru berberapa hari selesai dibangun, dari program Satu Milyar Satu Desa (Samisade), Kepala Desa Cimanggu 2 Senan, menganggap persoalan kecil, yang disampaikannya melalaui pesan whatsappnya ketika dikonfirmasi Bogorpolitan.com, Jum’at, 20/07/2021.
Namun kemudian, disikapi oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Laskar Anti Korupsi 45 (Laskar – 45), Zaenal Arifin yang akrab disapa Joy, dengan menyatakan persoalan kecil yang dapat menjadi kendala.
“Saya rasa itu masalah kecil yang dibesar – besarkan, kalau kami dan TPK tidak melaksanakan tahapan – tahapan, mengurangi volume, mutu bahkan tidak dibangunkan baru kami melakukan kesalahan yang patal, kalau masalah debu saja sudah di bikin heboh yg belum tentu itu disengaja oleh kami,” kilah Senan.
Senan beralasan, “Pembangunan sudah berjalan, sesuai juklak juknis dalam program samisade, adapun masalah debu, itukan mungkin saja akan terjadi, karena yang di timbulkan ada beberapa faktor,” ketiknya tanpa merinci lebih lanjut apa saja yang menjadi penyebab.
Kami juga tidak ingin itu terjadi, Lanjut Senan, “Walaupun dalam pekerjaannya sudah maksimal, Tpk sudah melaksanakan tahapan yang sesuai, tetapi ketika dalam pekerjaan ada kendala cuaca, hujan itukan diluar perkiraan dari pelaksana, setelah beres pekerjaan warga masyarakat sudah tidak sabar untuk menggunakan jalan tersebut,
Walaupun sudah di larang, jangan dulu dipake, yang namanya masyarakat sudah tidak babar sehingga mengindahkan larangan yg telah di beritahukan bahwa jangan dulu di buka untuk kendaraan bermotor.” tulisnya.
Pernyataan Kades Senan, langsung disikapi oleh Joy dengan menyatakan, Debu persoalan kecil yang menjadi kendala, Sabtu, 21/08/2021.
“Seperti nya ini, persoalan kecil yang menjadi kendala terhadap lingkungan pengguna jalan,, sebetulnya sebelum pengerjaan betonisasi , seharusnya ada pelatihan,kepada aparat Desa yang membawahi pengerjaan tersebut, seperti teknik cara pengacian disaat pengecoran sudah aga sedikit mengering,
Karena sistem kerja manual sangat berbeda, dengan betonisasi yg sudah terintegrasi speck dan teknik pengerjaan nya, harus melibatkan tenaga ahli sesuai pelatihan, Paling penting finishing ,itu yang Perlu di pahami oleh pihak pekerja,” pungkasnya. (Ipay).






