Laporan : Eka Rufa ||
Cianjur – BogorPolitan.com,
Permasalahan data meninggal dunia akibat korban bencana gempa bumi di Cianjur akhirnya menemukan titik terang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyatakan data meninggal ada 602 jiwa berasal dari data yang diperoleh dari yang tercatat di setiap Rumah Sakit di Cianjur dan Bandung dan survei lapangan untuk memberikan santunan kerohiman.
Sedangkan BNPB awalnya bersikukuh data sebanyak 335 jiwa merupakan data yang benar keakuratannya yang diambil melalui proses identifikasi jenazah.
Saat menggelar jumpa pers di Pendopo Cianjur, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, ketimpangan data meninggal sudah diselesaikan dengan BNPB.
Menurutnya, permasalahan data tersebut tidak perlu dipermasalahkan kembali.
“Kami sepakat dengan BNPB dan itu sudah clear tidak dipermasalahkan,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (14/12/2022).
Herman mengaku, data sebanyak 602 jiwa merupakan data yang telah dipilah dan didapati secara by name by adress, jenis kelamin, tanggal kematian dan termasuk kartu kematian.
“Saat kami mengecek uang kerohiman.
Sebenarnya yang terdata itu 638. Sisanya saya anulir menjadi 602, karena by name by adressnya gak jelas,” terangnya.
Mengenai rincian data tersebut, diambil dari 13 Kecamatan yang terdampak, diantaranya : Kecamatan Cianjur 78, Cibeber 2, Cikalongkulon 1, Cilaku 27, Cugenang 397, Haurwangi 1, Karangtengah 13, Mande 1, Pacet 23, Sukaluyu 2, Sukaresmi 1, Warungkondang 50 dan Gekbrong 6.






