Pedagang Jajanan Sekolah Mengeluh Dimasa Pandemi Covid-19

0
769 views

BogorPolitan.com – Cianjur,

Dua tahun masa pendemi Covid-19 masih terus berlanjut, hingga saat ini bukan hanya kesehatan yang kena dampak. Tetapi pelaku UKM pun merasa terkena dampak, seperti yang dialami pedagang jajanan sekolah di SDN Bunikasih 1 Warung Kondang, Kabupaten Cianjur – Jawa Barat.

Salah satunya Ujang (23), yang sehari-hari berjualan Aromanis menceritakan bahwa, selama pandemi ia tidak bisa lagi berjualan dilingkungan Sekolah SDN Bunikasih 1. Ia kini kebingungan karena warung jualannya tutup selama sekolah diliburkan selama masa pandemi, warung Aromanis biasanya penuh pembeli oleh siswa-siswi SD untuk jajan makanan ringan.

“Selama sekolah ditutup, ia tidak jualan sama sekali karena anak-anak sekolah libur pada belajar dirumah,” cerita Ujang saat ditemui, Rabu (18/08/2021).

Ujang selama ini terus berusaha bagaimana caranya menutupi kebutuhan dapur agar tetap bisa makan, jadi saya beralih jualan gorengan-gorengan dirumah saja biarpun penghasilannya ala kadarnya. Karena diberlakukan PPKM darurat pemasukan semakin menurun.

” Buat bertahan hidup dengan keluarga ya saya harus berutang,karena uang tabungan juga udah abis dipake untuk kebutuhan sehari-hari selama tidak jualan,” katanya.

Meneruskan, saya biasanya dari hasil jualan aromis berpenghasilan sehari bisa sampai dua ratus ribu lebih. Tapi sekarang penghasilan tak tentu, bahkan sampai sering tidak dapat sama sekali,” tuturnya.

Bukan hanya Ujang, hal serupa dialami Aceng penjual es cincau. Dirinya sering membuang barang jualannya karena tidak terjual akibat jarang pembeli.

Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, modal tiap harinya selalu menggunakan uang tabungan yang ada, ia menjelaskan langganannya es cincau selama pendemi tidak lagi membeli es cincau.

” Karena sekarang lebih memilih minum-minuman yang hangat ketimbang es cincau yang dingin,” ujar Aceng.

Saya dan pedagang disini berdoa, pandemi covid 19 ini cepat berlalu dan pihak sekolah kembali belajar tatap muka lagi.

“Supaya saya dan pedagang lainnya bisa berjualan lagi,” pungkasnya.

Laporan : Eka

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini