Libur Panjang Akhir Tahun, Penerapan Prokes Harus Lebih Diperhatikan Pengelola Wisata

0
917 views

BogorPolitan – Kab. Bogor,

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan masih terlihat di beberapa kawasan wisata. Masih adanya pengunjung yang tidak mengenakan masker dan kerumunan tidak dapat dihindarkan, akibat membludaknya pengunjung dimasa libur panjang di penghujung tahun 2020 ini.

Hal ini terlihat di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Desa Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu 27/12/2020.

Topan, Warga Cimahpar salah satu pengunjung bersepeda di wisata TNGHS mengungkapkan, harusnya penerapan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19 lebih diperhatikan oleh pengelola seperti yang diwajibkan Pemerintah. Namun kenyataannya banyak pengunjung mengabaikannya. Hal itu terutama setelah berada di dalam lingkungan obyek wisata tidak ada pemeriksaan suhu tubuh oleh pihak pengelola.

“Ketika saya mau masuk pintu loket, tak ada pemeriksaan suhu tubuh pengunjung. Kelengkapan APD pengunjung pun tak dipertanyakan,” tuturnya, Minggu 27/12/2020.

Menurutnya, tak sedikit pengunjung terkesan nekat tak mengenakan alat perlindungan diri (APD), seperti masker. Jaga jarak fisik pun terabaikan. Tampaknya kerumunan di dalam kawasan obyek wisata, sangat sulit dihindari.

“Beberapa dari pengunjung yang datang dengan kendaraan roda empat baik roda dua pun tampak cuek tanpa mengenakan masker. Kendati begitu, para pengunjung terkesan tak khawatir akan resiko ancaman Covid-19. Mereka menikmati suasana obyek wisata setelah lama tak bisa ke mana-mana,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Resort Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Sukiman, saat dihubungi melalui telepon selulernya menegaskan, pihaknya justru menerapkan protokol kesehatan ketat pada pengunjung. Ketentuan tersebut bahkan telah disiapkan jauh-jauh hari, bahkan sebelum Hari Raya Idul Fitri yang lalu.

“Di tempat kita, pengunjung wajib pakai masker. Terus diperiksa suhu tubuhnya. Kalau pengunjung suhunya di atas 37,5°C maka tak boleh masuk ,” kata Sukiman.

Sukiman menjelaskan, sebelum membeli tiket masuk, para pengunjung terlebih dahulu di cek suhu tubuhnya dan setelah masuk pun disarankan mencuci tangan di tempat-tempat yang sudah disediakan di dalam lingkungan Taman Nasional.

“Bahkan kita pihak Taman Nasional beserta pihak Muspika dan unsur lainnya melakukan pengawasan, kalaupun di sore hari ada pengunjung yang lolos dari penerapan Protokol Kesehatan mungkin satgas Covid – 19 nya lupa,” kilahnya. (And)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini