BogorPolitan – Nanggung,
Perkembangan pola hidup manusia berbanding lurus dengan semakin canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengakibatkan manusia menjadi individualis dan acuh tak acuh terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Untuk itu, Badan penelitian pengembangan dan inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Badan Litbang dan Inovasi melakukan Ekoliterasi di wilayah kecamatan Nanggung, dengan mengangkat tema “Lingkungan Sahabat Kita”
Kepala Bagian EDP, Sekretariat Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Dr. Yayuk Siswiyanti menilai, pemilihan lokasi di Wilayah Nanggung tersebut dikarenakan terdapat area pertambangan baik yang dikelola oleh PT. Aneka Tambang (Antam) Pongkor maupun dilakukan oleh masyarakat. Di satu sisi ada nilai ekonomi, di sisi lain perlu memperhatikan lingkungan.
“Dimana kegiatan pertambangan tersebut apabila tidak dilakukan dengan benar maka dapat menimbulkan kerusakan dan pencemaran lingkungan antara lain limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yaitu merkuri. Mempelajari dampak tersebut, rambut para siswa dan siswi di lakukan pemotongan sedikit sebagai sampel untuk diuji kadar merkurinya,” ujar Yayuk kepada wartawan kemarin. Dalam acara itu hadir laboratorium mobil milik Badan Litbang dan Inovasi KLHK. Benar-benar turun ke tapak.
Dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, dengan protokol kesehatan yang ketat, kegiatan ini menyajikan konsep ekoliterasi melalui penanaman karakter hidup sehat dengan menjaga diri, lingkungan dan alam.
“Kali ini membidik para siswa/siswi Sekolah Dasar yang ada di 10 SDN Kecamatan Nanggung” katanya.
Yayuk menambahkan, program ekoliterasi itu secara rutin diadakan di Kabupaten Bogor.
“Ini menjadi program KLHK untuk memberikan kesadaran dan kepedulian konservasi kepada generasi muda yang akan menjadi penerus di masa depan, yang akan memperjuangkan lingkungan kita,” tambahnya.
Yayuk berharap, generasi muda di era digital saat ini diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan dimana dia tinggal.
“Kita tidak bisa menolak bahwa ada sumber daya alam disini, di Nanggung ini ada kandungan emas tapi bagaimana mengelolanya dengan baik sehingga itu menjadi bermanfaat kepada ekonominya kemudian juga aman dilingkungannya,” tutupnya.
Kegiatan itu diikuti sedikitnya 20 pelajar tingkat Sekolah Dasar yang mengirimkan perwakilan di tiap kelas tersebut meliputi, story telling, mendongeng, Edukasi bahaya merkuri, game interaktif dan penyediaan bahan bacaan di mobil pustaka yang bergerak.
Reporter: Andri






