Kisah Seorang Spritual Penuh Mistik, Pernah Sakit Akibat Pusaka Tak Bertuah

0
998 views

BogorPolitan – Cianjur

Reporter : Eka Rufa,

Ustad Nanang Suryana salah seorang pengoleksi benda pusaka-pusaka tak bertuah, kadang disebut juga seorang spiritual. Menunjukkan beberapa pusaka-pusaka tak bertuah milik nya yang dia simpan dirumahnya. Tepatnya Kampung Alun-alun Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Kamis (04/11/2021).

Saat menyambangi kediaman Ustad Nanang, dirinya mulai menceritakan kisah perjalanan spiritual nya yang penuh misteri mistik dan menjelaskan, pengalaman selama ia menjadi seorang spiritual. Dirinya menyukai dunia spiritual sejak masih SMP.

” Saya sudah dari sejak masih sekolah SMP, menyukai berbagai macam jenis Pusaka-pusaka baik Keris, Golok, Kujang, dan berbagai babatuaan.” jelasnya.

Nanang menjelaskan lebih jauh, mulai Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak sedikit banyak orang yang sengaja datang hanya untuk minta di doa. Menurutnya konon dirinya dipercaya oleh masyarakat bisa mengobati orang, padahal saya sendiri tidak percaya bisa mengobati orang, pada waktu itu.
Dirinya percaya dan menyadari bahwa Allah SWT lah yang menjadi kan ia bisa kaya gitu (mengobati orang*).

” Saya pun heran kenapa bisa begitu, semenjak itu saya sering keliling Ber’ Riadho, Bertawasul, melakukan ziarah keliling dan banyak silahturahmi kepada kyai-kyai dan orang-orang pintar,” katanya kepada media.

Ia pun menceritakan, saat Ia mulai berkililing melakukan ziarah kubur, dan terus didik oleh orang tua dan para guru saya. Disitu Ia mulai menerima warisan Pusaka-pusaka tak bertuah, ada juga mendapatkan hasil ditempat-tempat makam keramat.

Pernah ada cerita yang bisa membuat orang penasaran, Ustad Nanang konon pernah di percaya untuk merawat batara karang oleh saudaranya yang ia anggap guru.

” Selama berbulan-bulan Batara karang saya rawat, dan bawaannya selalu berani dan saya sendiri heran selama merawat batara karang syareat nya makin banyak orang yang datang pada nya,” ujarnya.

Nanang melanjutkan, sehebat apapun itu batara karang tetap saja dikala dirinya pernah mengalami sakit parah. Batara karang tidak bisa sama sekali mengobati Saya sendiri, hingga saat itu dirinya mulai meyakini bahwa Allah SWT yang Maha segalanya.

Pada saat itu pun itu, Batara karang saya kembalikan pada Guru saya. Karena selama itu dipegang membuat hidup saya tidak tenang.

” Pada siapapun yang menyusun pusaka-pusaka dan mustika jangan sampai salah tafsir, salah jalan. Tetap kita harus yakin bahwa Allah SWT yang Maha Besar dan Allah Maha mengetahui, mengabulkan permohonan doa-doa kita pada hakekatnya dari Allah SWT,” ungkap dan pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini