Bogorpolitan – Leuwisadeng,
Laporan : M. Ilyas ||
Hotmik Jalan Gunung Wiru Rt 05/07, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Sepanjang 750 Meter, lebar 2,5 Meter dan ketebalan 0.3 Centi Meter (Cm²) menggunakan anggaran dana Satu Milyar Satu Desa (Samisade) tahun 2022.

Namun sangat disayangkan kondisinya kini, tampak banyaknya retakan dan terkelupas bahkan sampai ada yang kelihatan dasarnya, tidak lama setelah selesai dikerjakan pada Kamis 05 Januari 2023.
Salah seorang warga yang kebetulan sedang melintas, Ridwan menyebutkan mungkin karena pelaksanaan pekerjaannya, dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung.
“Kemarin-kemarin kan hujan terus, terlebih menjelang akhir tahun, mungkin dipaksakan begini jadinya,” katanya.
Sementara menurut Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Ekbang) Kecamatan Leuwisadeng Roro, menyebutkan untuk Desa Leuwisadeng belum dilakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) oleh pihaknya.
“Mengenai garansi, Kemarin sih waktu evaluasi dengan pelaksana teknis lapangan, ya itu disuruh pokoknya, kalau memang mau kita diundang untuk monitoring. Pengerjaan tersebut harus selesai dan mulus tidak ada kerusakan,” ungkap Roro diruangkerjanya, Kamis 05/01/2023.
Dan mereka, lanjut Roro, “pihak Desa menyanggupi, tapi mereka juga bilang ini tahap pengerjaan. Pada dasarnya pengerjaan tersebut sudah selesai, cuma kan kalau ada yang seperti terkelupas aspalnya, itu kan masih tanggung jawab mereka,” tambahnya.
Karena belum melakukan Monev di Desa Leuwisadeng, Roro belum bisa memberikan komentar, tentang hasil akhir pekerjaannya yang harus dicatatkan oleh pihaknya.
“Kita belum mengetahui separah apa sih hasil pengerjaannya ?, karena kita belum monitoring, kalaupun sudah nanti disitukan ada catatannya, dengan harus seperti apa dan bagaimananya oleh tim,” ujarnya.
Roro mengakui sebelumnya, sudah menerima informasi tentang adanya kerusakan, melalui Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Leuwisadeng.
“TPK juga pernah bilang ke kita kalau ada yang agak cekung, mungkin nanti saya juga akan bicarakan hal tersebut sebagai masukan, tapi sementara ini pihak Desa Leuwisadeng belum minta di monitoring,” paparnya.
TPK juga pernah bilang kena hujan atau apa jadi bolong bolong, tapi pak sekcam sudah memerintahkan untuk dibetulkan, kami tinggal nunggu dari mereka saja. Untuk saat ini monev ini tidak dijadwal, karena anggaran turunnya tidak berbarengan jadi untuk saat ini susah.
Roro mengharapkan, jika Desa Leuwisadeng di monev pihak Kecamatan Leuwisadeng, semuanya harus sudah selesai.
“Meski belum dilihat, tapi kita sudah menegur pihak Desa, waktu rapat dengan TPKnya. Pokoknya sebelum mereka minta dimonitoring kita minta jalannya mulus,” tegasnya.
Terpisah, dalam keterangannya melalui sambungan telekomunikasi selulernya, M. Yusep sebagai pemborong Hotmik Jalan Desa Leuwisadeng, berjanji akan melakukan perbaikan sebagai tanggungjawabnya.
“Itu merupakan kewajiban kita, sebagai tanggung jawab kami akan perbaiki dengan segera, namun mengingat kondisi cuacanya hujan terus, jadi kita nunggu cuaca yang lebih baik, seperti keadaan yang sekarang,” tegasnya.
Sebelumnya Ketua TPK Desa Leuwisadeng Sanip, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak memberikan tanggapan apapun, kemudian melalui pesan Whatsapp-nya hanya centang biru.






