Bogorpolitan.com – Ciampea,
Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang juga Ketua Karang Taruna (Katar) Kabupaten Bogor, Heri Gunawan, menegaskan bahwa Peraturan Bupati (Perbup) terbaru tentang Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan yang kini mengalami peningkatan nilai dan perubahan nomenklatur.
Hal tersebut disampaikan Heri Gunawan usai kegiatan reses masa sidang II Tahun 2025–2026 Daerah Pemilihan (Dapil) IV, yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Ciampea, Selasa (10/2/2026).
“Kaitan dengan Perbup Bankeu yang dulu dikenal dengan Samisade Rp1 miliar, hari ini kepemimpinan Rudy Susmanto-Jaro Ade berubah menjadi bantuan Rp1,5 miliar. Di dalamnya terdapat nomenklatur non infrastruktur,” ujar pria yang biasa disapa Hergun.
Ia menjelaskan, dalam nomenklatur non infrastruktur tersebut terdapat klausul pemberdayaan lembaga kemasyarakatan desa, khususnya Karang Taruna.
Menindaklanjuti Perbup tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Bogor telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) yang mengatur alokasi anggaran pemberdayaan pemuda yaitu Karang Taruna di desa.
“Juknisnya mengatur kegiatan pemberdayaan dengan alokasi sekitar Rp50 juta khususnya untuk dilibatkannya Karang Taruna. Mudah-mudahan ini bisa sampai ke Kepala Desa dan dilaksanakan di desa masing-masing,” katanya.
Menurut Heri, juknis tersebut merupakan amanat langsung dari Perbup yang wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Desa. Oleh karena itu, ia berharap seluruh Kepala Desa dapat mengalokasikan anggaran pembinaan kepemudaan melalui Karang Taruna.
“Juknis ini merupakan titah Perbup langsung. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus dilaksanakan. Anggaran Rp50 juta itu diperuntukkan bagi lima kegiatan awal,” jelasnya.
Adapun lima kegiatan tersebut meliputi peningkatan kapasitas pemuda, pengembangan UMKM, pengelolaan sampah, serta program pemberdayaan kepemudaan dan lainnya.
Heri menekankan pentingnya peran Kepala Desa dalam menindaklanjuti kebijakan tersebut. Ia mendorong desa yang belum memiliki Karang Taruna agar segera membentuknya, sementara desa yang sudah memiliki Katar diminta menganggarkan kegiatannya secara optimal.
“Karang Taruna harus produktif dalam membina pemuda di desa masing-masing. Perbup dan juknisnya sudah turun, hanya saja anggarannya belum direalisasikan. Kita masih menunggu,” ujarnya.
Ia menilai keberpihakan terhadap pemuda sangat penting, mengingat generasi muda merupakan penerus pemerintahan desa di masa depan, terlebih dalam menghadapi bonus demografi.
“Ini penting, apalagi bicara bonus demografi yang luar biasa. Pemuda inilah yang nanti akan melanjutkan Pemerintahan Desa,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Heri menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor atas dukungan terhadap program kepemudaan, serta berharap seluruh kepala desa memiliki kepekaan untuk melaksanakan Perbup dan juknis tersebut secara konsisten.
“Saya berterima kasih kepada Bupati yang menyasar dan mendukung kepemudaan. Harapannya, seluruh Kepala Desa bisa melaksanakan Perbup dan juknis ini untuk Karang Taruna,” pungkasnya. (And)






