Bogorpolitan.com, Cibinong
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor merilis hasil evaluasi program dan capaian kinerja sepanjang 2025. Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Ma’rup, menyebut tahun ini sebagai momentum penguatan pelayanan sosial yang lebih cepat, tepat sasaran, dan melibatkan banyak pihak.
1. Alat Bantu Disabilitas Makin Tepat Sasaran
Dinsos terus mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas lewat penyaluran alat bantu adaptif. Evaluasinya menunjukkan dampak positif, terutama pada peningkatan kemandirian dan mobilitas penerima manfaat.
“Kami melihat kualitas hidup mereka meningkat. Tahun depan, distribusi alat bantu bakal diperluas dan pendataannya diperkuat,” kata Farid.
2. Layanan Tanggap Darurat Bencana Lebih Cepat
Lewat Tagana dan jejaring sosial kecamatan, Dinsos merespons kejadian bencana seperti banjir, longsor, puting beliung, hingga kebakaran permukiman. Hasil evaluasi memperlihatkan koordinasi di lapangan semakin solid dan waktu respon makin cepat, sehingga kebutuhan dasar warga terdampak dapat langsung terpenuhi.
“Sinergi dengan pemerintah desa dan lembaga sosial sangat membantu. Ini terus kami tingkatkan,” ujar Kadinsos.
3. UEP Dorong Warga Meningkatkan Kemandirian Ekonomi
Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dinilai memberi efek positif terhadap penguatan usaha mikro masyarakat kurang mampu. Banyak penerima manfaat yang mulai bangkit dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan sosial.
“Pendampingan usaha akan kami kuatkan lagi supaya hasilnya lebih optimal,” jelas Farid.
4. Hibah PSKS Perkuat Pelayanan Sosial di Tingkat Masyarakat
Dukungan hibah diberikan kepada berbagai unsur Pekerja Sosial Kesejahteraan Sosial (PSKS) seperti LKS, Karang Taruna, TKSK, dan Tagana. Evaluasinya menunjukkan bahwa bantuan tersebut meningkatkan kapasitas lembaga serta memperkuat pelayanan sosial di masyarakat.
“PSKS adalah mitra strategis. Kalau mereka kuat, pelayanan sosial juga makin kuat,” tegasnya.
5. Program Permakanan Lebih Tertata dan Tepat Sasaran
Sepanjang 2025, program permakanan bagi lansia, penyandang disabilitas berat, dan kelompok rentan lainnya berjalan baik. Distribusi makanan tercatat lebih teratur dan lebih akurat sasaran.
“Ini bentuk komitmen kemanusiaan. Kami pastikan tak ada kelompok rentan yang terabaikan,” ucap Farid.
Arah Kebijakan 2026
Hasil evaluasi 2025 jadi dasar penyusunan kebijakan 2026, yang akan berfokus pada:
- pemutakhiran data kesejahteraan yang lebih akurat,
- penguatan layanan pemberdayaan ekonomi,
- perluasan kolaborasi dengan lembaga sosial dan pemerintah desa.
“Sepanjang 2025, program Dinsos berhasil menyentuh banyak lapisan masyarakat. Mulai dari disabilitas, korban bencana, sampai keluarga kurang mampu. Semua ini berkat kerja sama seluruh jajaran dan dukungan warga,” tutup Farid.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Bogor bakal terus memperkuat layanan sosial dan memberdayakan masyarakat, sejalan dengan semangat Kuta Udaya Wangsa, demi mewujudkan Bogor Istimewa yang lebih mandiri dan sejahtera.






