Ditengah Ancaman Krisis Global, Kesatuan Aktivis Bogor Barat Kaji dan Pelototi Program Ketahanan Pangan

0
889 views

BogorPolitan – Kab. Bogor,

Aliansi Kesatuan Aktivis Bogor Barat soroti Program Pemerintah tentang Ketahanan Pangan, yang didanai Pemerintah melalui Dana Desa sebesar 20%.

Hal ini disampaikan Ketua Kesatuan Aktivis Bogor Barat, Fernando Abdillah S.Pd., kepada BogorPolitan.com saat bincang santai di Markas Kesatuan Aktivis Bogor Barat, dibilangan Kecamatan Pamijahan, Jumat malam 14/10/2022.

Ketua Kesatuan Aktivis Bogor Barat, Fernando Abdillah S.Pd.,

Fernando Abdillah S.Pd., mempertanyakan apakah program tersebut bisa dijadikan Swasembada atau akan menjadi Program Seremonial saja ditengah Indonesia akan dilanda Krisis Pangan Global.

“Ditengah ancaman Krisis Ekonomi Global, Pemerintah Pusat mengadakan Program Ketahanan Pangan. Kemudian Program itu harus direalisasikan oleh Pemerintah Desa. Program dengan berbagai produk program ketahananan pangan yang dipilih, akankah mampu Program Swasembada Pangan terealisasi dilapangan, baik secara jangka pendek, menengah dan panjang,” tutur pria yang biasa disapa Bung Nando.

Contohnya, Bung Nando melanjutkan, bila pilihan programnya produk tani sayuran tentunya dalam jangka pendek akan bisa di rasakan hasilnya. Namun bila hitungan bulan, apakah yang akan terjadi hanya seremonial saja, tentunya masalah yang sangat darurat dan harus segera ada solusi secara cepat.

Nando menambahkan, kita semua harus mengawal Program tersebut agar tepat sasaran dan Indonesia harus menjadi penerang di dunia yang akan gelap.

“”Semoga Program Ketahan Pangan yang anggarannya ratusan juta di Desa-desa mampu memperkuat rakyat terhadap “Krisis Pangan” yang akan terjadi Ini, Program Ketahanan Pangan Di Desa – Desa Ini Antara “Surga Dan Neraka” dan kita semua harus kawal dan pelototi dengan serius,” tegasnya.

Aktivis Pertanian, Aria Suryadinata

Sementara itu ditempat yang sama, salah seorang Aktivis Pertanian, Aria Suryadinata yang juga Sekertaris Jendral LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Lintas Nusantara menambahkan, banyak para Pejuang Ketahanan Pangan, bertani secara mandiri.

“Tanpa dikasih Program Bantuan Dari Pemerintah Desa pun mereka tetap berjalan. Alangkah sangat lucu dan menyedihkannya bila sekarang dengan Program Bantuan Ketahanan Pangan yang dianggarkan di Desa-desa tidak bisa berjalan dengan baik, apalagi jika tidak tepat sasaran,” jelasnya.

Aria berharap, semoga Program Ketahanan Pangan yang nilainya Ratusan Juta di tiap Desa, bisa tepat sasaran dan ada hasil yang nyata..

“Jangankan Ratusan Juta, bagi para Petani Puluhan Ribu dan Ratusan Ribu pun sangat berharga buat modal. Bila seandainya yang Ratusan Juta hanya cuma untuk lucu-lucuan, sangat disayangkan dan sangat memilukannya,” tandas Aria. (And)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini