Damkar Cianjur Sosialisasikan Penanganan dan Pencegahan Kebakaran Di MBG Campaka

0
144 views
Damkar Cianjur

Bogorpolitan, Cianjur,

Laporan : Eka Rupa

Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cianjur melalui WMK 1 Sukanagara menggelar sosialisasi dan simulasi penanganan kebakaran di Satuan Pendidikan Pengelolaan Gizi (SPPG) milik Yayasan Islami Hayatul Muslimin, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah antisipasi terhadap potensi bahaya kebakaran yang kerap mengintai area dapur industri.

Kanit 1 WMK 7 Sukanagara, Rahmat, bertindak sebagai instruktur dalam sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat krusial mengingat dapur SPPG merupakan area dengan risiko tinggi karena berhubungan langsung dengan sumber api.

“Dalam pelaksanaannya, kami sampaikan bagaimana cara mengenal sumber api, alur proteksi, jalur penyelamatan (evakuasi), hingga teknik pemadaman api, baik menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) maupun alat tradisional,” ujar Rahmat di lokasi kegiatan.

Ia mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang terdiri dari 47 karyawan SPPG. Meskipun waktu pelaksanaan terbatas karena bertepatan dengan hari Jumat, semangat para peserta terlihat tinggi berkat bantuan dari relawan dan penanggung jawab lokasi.

“Alhamdulillah, tadi juga langsung dilakukan simulasi. Saya melihat antusiasme peserta sangat baik. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini, kita bisa meminimalisir risiko terjadinya kebakaran ke depannya,” tambahnya.

Rahmat pun menyampaikan pesan penting kepada seluruh karyawan. “Jangan sampai setelah sosialisasi ini justru terjadi kebakaran. Mari kita siasati lingkungan kita sesuai prosedur. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kuncinya jangan panik, dan segera hubungi 112 Damkar,” pesannya.

Senada dengan hal tersebut, Pemilik Yayasan Islami Hayatul Muslimin, Satria Agnia M, mengungkapkan bahwa ini merupakan kali pertama pihaknya menggelar sosialisasi pemadaman kebakaran di area dapur. Selama ini, pelatihan lebih difokuskan pada aspek kesehatan dan ketahanan pangan.

“Kegiatan ini sangat berdampak, karena memang di dapur ini aktivitasnya tidak lepas dari api, terutama di bagian kompor dan area pencucian yang menggunakan alat pemanas. Jadi, setiap karyawan wajib memiliki ilmu dasar bagaimana memadamkan api,” jelas Satria.

Ia juga mengakui bahwa dari segi infrastruktur, jalur evakuasi masih terus dibenahi. Saat ini, jalur penyelamatan utama tersedia di dua titik, yaitu di area loading utama dan ruang packing yang mengarah keluar.

“Memang pintu evakuasi saat ini masih berukuran kecil. Ke depan akan kami perbaiki agar lebih besar dan memudahkan evakuasi. Apabila ada yang terjebak di dalam, nanti akan kami arahkan ke pintu keluar yang sudah ditentukan,” pungkas Satria seraya berharap seluruh karyawan mampu responsif dan sigap dalam menghadapi situasi darurat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini