Viral! Aksi Siswa SMPN 1 Ciawi yang Jago Dansa Tuai Pro-Kontra

0
857 views

Bogor – BogorPolitan,
Laporan : Retno Handayani ||

Aksi dansa siswa dan siswi SMPN 1 Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral dan mendapat kritik dari sejumlah netizen. Namun pihak sekolah memastikan siswa yang berdansa adalah atlet dance sport.

“Kami izin klarifikasi. Anak-anak ini memang siswa/i dari sekolah kami, kebetulan mereka adalah atlet cabang olahraga dance sport, pemenang medali emas PORPROV Jabar 2022,” tulis pihak SMPN 1 Ciawi, di akun Instagram mereka.

Pihak sekolah menjelaskan tak ada ekstrakurikuler dance sport. Sekolah juga tidak memasukkan dance sport ke dalam kurikulum pembelajaran.

Lebih lanjut, pihak sekolah memastikan bahwa kedua muridnya mengikuti kompetisi tersebut atas nama pribadi. Adapun pihak sekolah hanya turut bangga dan mengapresiasi prestasi yang muridnya persembahkan.

“Dance Sport dinaungi oleh Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI), juga diperlombakan bagi atlet-atlet difabel, dimana mereka mengikuti Dance Sport dengan menggunakan kursi roda. Jadi, sebelum mengambil kesimpulan mohon di kroscek dulu ke pihak terkait sebelum memposting dan memviralkannya,” tulis keterangan sekolah.

Video dua siswa dan siswi SMPN 1 Ciawi berdansa di sekolah viral di media sosial. Kedua murid SMP itu berdansa sambil disaksikan siswa-siswi lainnya.

Sejumlah respons pun diberikan warganet. Ada warganet yang mengapresiasi murid SMP tersebut. Sedangkan warganet lain juga ada mencibir aksi mereka.

Pihak yang mengkritik mengaitkan itu dengan sentimen agama dan pengaruh budaya asing.

Respon baik datang dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, memuji dua siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Ciawi, Kabupaten Bogor, yang video berdansanya viral di media sosial. Nadiem kemudian memberikan semangat kepada kedua siswa yang sempat dinarasikan sebagai ‘generasi rusak’ tersebut.

“Bangga sekali dengan Keysha Aditia Putra Winardi dan Devina Anindita dari SMP I Ciawi yang bisa menari sekeren ini. Terus semangat untuk berkarya, berprestasi dan mengejar mimpi,” tulis Nadiem dalam unggahan pada media sosialnya, dikutip Rabu (18/1/2023).

Selain Mendikbudristek, respons juga datang dari Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda. Dia menegaskan tidak setuju terhadap pandangan siswa-siswi SMP yang menari dikaitkan dengan budaya luar. Menurut dia, pandangan sebagian publik itu tidak relevan dengan konteks yang dimaksud. Sebab, siswa-siswi SMP di Bogor itu merupakan atlet dance sport yang menjuarai turnamen di Jawa Barat.

“Ada beberapa hal menurut saya. Yang pertama apa yang di-performance-kan, apa yang ditunjukkan teman-teman SMP Bogor itu dipastikan mereka atlet dance sport,” kata Syaiful dalam keterangan tertulis Rabu (18/1/2023).

Maka dari itu, kata dia, konteks yang dikaitkan akan lebih tepat apabila dilihat dari perspektif olahraga dansa. Lebih lanjut, Syaiful menilai, warganet acap kali membandingkan hal seperti itu dengan budaya di luar negeri. Padahal, masyarakat seharusnya dapat mengambil hal positif apa pun yang berasal dari luar negeri.

“Cara pandang ini, menurut saya, kurang tepat di tengah era yang begini luar biasa. Karena itu, yang terbaik adalah menyikapinya dengan cara apa yang masuk kita cari konvergensinya. Kita cari titik temu terbaiknya, pada konteksnya,” kata politikus PKB itu.

Syaiful menuturkan, berdasarkan konteks nilai, perlu dicari nilai terbaik dari budaya luar. Dengan demikian, kata dia, budaya luar tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Siswa-siswi yang menari pun tak dapat disalahkan, apalagi melihat latar belakang mereka sebagai atlet. Cara pandang menghadap-hadapkan tersebut menurutnya kurang relevan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini