Usulan Perubahan Hotmix Samisade, Kades Giri Mulya Berharap Segera Terealisasi

0
783 views

BogorPolitan – Cibungbulang,

Perubahan usulan Betonisasi dari program Satu Milyar Satu Desa (Samisade) yang merupakan program unggulan Kabupaten Bogor, dalam infrastruktur, menjadi Hotmix jalan, karena tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) mengingat infrastruktur jalan yang diajukannya masih dalam kategori layak.

Usulan perubahan yang diajukan Kepala Desa (Kades) Giri Mulya Wardiman, dalam keterangannya Selasa, 29/06/21, di Ruangan Sekretaris Camat (Sekcam) Cibungbulang, bertujuan untuk kedepan lebih baik lagi, agar tidak menjadi masalah dikemudian hari, lebih baik ditunda.

“Dasarnya adalah tidak sesuai dengan RAB yang satu titik itu jalan tembus, yang kedua itu betonisasi masih bagus, masa betonisasi diatas betonisasi, ibarat bikin jalan diatas jalan hingga hari ini 70 persen sangat layak. Awal usulannya saya enggak tahu, tahu, tahu, ada tahapan pencarian, kita bingung kemudian saya kumpulin masyarakat, gimana perencanaan awal pembangunan ini, bukan mencari jeleknya tapi demi kebaikan kedepan saya enggak mau membangun banyak penemuan lebih baik ditunda,” katanya beralasan.

Wilayah yang diajukan perubahan adalah, jalan tembus Kampung Leuweung Kolot RW 03, ke arah Pabuaran RW 06, sepanjang 400 meter dengan luas 2,5 meter, dengan menggunakan hotmix sesuai keinginan masyarakat.

“Pengajuan perubahan untuk wilayah RT 01 / 03 Kampung Leuweung Kolot, sama pabuaran Lebak, itu RW 06 seluruhnya karena tembus, nah itu saya ajuin perubahan pengaspalan hot mix bukan betonisasi, karena jika betonisasi rumah yang di pinggirnya tambah ambles aja jadi air mampet, karena menutup sanitasi air, karena masyarakat menghendaki aspal, itu usulan 2020, itukan usulan dari awal tahun 2020.

Rab yang dibatalin hampir 600 jutaan lebih, untuk betonisasi luas 2,5 m x 400 meter lebih, kalau soal di acc kapan saya enggak tahu, yang penting kita bisa bikin pengajuan, usulan sesuai keinginan masyarakat. aspirasinya ingin diaspal, saya harap itu bisa dibilang perubahan dari betonisasi ke pengaspalan,” Wardiman menegaskan. (Ipay).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini