Bogorpolitan : Tajurhalang,
Laporan : Dharmawan ||
Computer Based Test (CBT) merupakan terobosan baru yang dilakukan SMP Kusuma Bangsa Tajurhalang di era Digitalisasi Industri 4.0.
Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat perlu dimanfaatkan dalam menunjang digitalisasi dibidang pendidikan.

SMP Kusuma Bangsa Tajurhalang yang berlokasi diwilayah Desa Nanggerang Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor dalam pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) dilaksanakan dengan CBT.
Ujian saat ini berbeda dengan ujian-ujian yang dilaksanakan sebelumnya karena menggunakan Bhitsoft Kuba CBT Aplication
Demikian disampaikan Kepala SMP Kusuma Bangsa Tajurhalang Endang Fauzy S.Pd, diruang kerjanya, Selasa (4/10).
“Aplikasi Bhitsoft Kuba CBT adalah Aplikasi yang dibuat oleh SMP Kusuma Bangsa Tajurhalang yang bekerjasama dengan SMK Garuda Bangsa, menjadi pembeda dibanding dengan Aplikasi yang digunakan sebelumnya seperti Google Form dan Edmodo,” jelas Endang mengawali perbincangan.
“Aplikasi CBT pertama kali kita gunakan untuk ujian, baik ujian semester maupun ujian sekolah dengan Google Formulir dan Edmodo, kini kita pakai Aplikasi sendiri yang tidak memerlukan Quota karena dalam pelaksanaannya menggunakan Server dan Jaringan lokal, dalam pelaksanaannya siswa menggunakan HP yang sudah terinstal Aplikasi Bhitshoft Kuba CBT,” sambungnya.
Endang menegaskan Penggunaan Aplikasi Bhitsoft Kuba CBT ini memberikan banyak manfaat, diantaranya peserta didik tidak bisa mencontek saat ujian dengan membuka aplikasi lain (misal mencontek via google) karena bila kedapatan siswa membuka aplikasi lain secara otomatis akan log out dari Aplikasi Bhitshof dan siswa dianggap gugur dalam mengikuti ujian.
Selain itu tentunya hemat biaya dan mengurangi sampah kertas serta sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan agar tetap bersih.
“Keunggulannya banyak selain tadi sudah saya sebutkan, sekarang di era digitalisasi ini kalau masih menggunakan manual tentu akan ketinggalan, diera industri 4.0 ini melatih anak-anak dengan pembiasaan menggunakan Tehnologi Digitalisasi yang mana saat ini menjadi hal utama disegala aspek dan menjadi tuntunan jaman,” paparnya.
Juga mempermudah para guru dalam membuat soal, maupun dalam penilaian, tidak lagi dengan menggunakan kertas boros dalam biaya penggandaan, selesai ujian kertas menjadi sampah. Jadi dengan CBT ini sebagai bentuk peduli lingkungan dapat mengurangi sampah disekolah
“Ujian dengan Aplikaai Bhitshoft Kuba CBT akan digunakan pada PTS yang akan dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 10 Oktober hingga 15 Oktober 2022, namun pada Kamis (6/10) akan kita adakan Simulasi lebih dulu,” ujarnya.
Jumlah peserta ujian keseluruhannya 358 orang, terbagi di 6 ruang kelas dan dilaksanakan dalam 2 sesi.
Perkelas sejumlah 30 Siswa dengan silang jenjang kelas artinya dalam 1 kelas ujian terdiri dari 15 siswa kelas 7 dan 15 siswa kelas 8 begitupun kelas 9 disilang dengan kelas 8.
“Perbangku siswa beda jenjang kelas 7 dan kelas 8, kelas 8 dan kelas 9,” terangnya.
Ujian CBT dengan Aplikasi Bhitshof Kuba CBT direncanakan akan digunakan secara berkelanjutan, baik diujian semester maupun ujian sekolah, namun kami tetap akan evaluasi setelah selesai menggunakan.
“Rencananya Aplikasi Bhitshof Kuba CBT jika memang cocok dan tidak banyak resiko, tidak banyak kendala kedepannya akan selalu dipergunakan dengan tetap evaluasi lagi,” jelasnnya.
Mengantisipasi peserta didik yang tidak memiliki Hand Phone sekolah menyediakan di laboratorium komputer dengan menggunakan Lap Top untuk mengerjakan soal ujian.
“Bila nanti ada siswa tidak memiliki fasilitas HP untuk digunakan, kami fasilitasi dan kami disiapkan dari sekolah yaitu Lap Top yang bisa digunakan oleh siswa tersebut,” pungkasnya.






