Seren Taun Kasepuhan Malasari 2022 Ngajadi Hiji (Ngahiji)

0
1,044 views

BogorPolitan – Nanggung
Laporan : M Ilyas

Seren taun tradisisi turun temurun dari Kasepuhan Desa Malasari, yang biasa dilakukan pada Jum’at pertama setiap Muharam Tahun Hijriah berdasarkan Kalender Islam.

Antusiasme Masyarakat mengikuti kegiatan, terlebih ketika acara puncak ritual dijalankan, Jum’at 05/08/2022, di halaman Rumah Kasepuhan Malasari Abah Udin Saepudin.

Sebagai Kasepuhan Malasari, Udin Saepudin memimpin Ritual dalam acara inti, dengan memanjatkat Do’a kehadirat Allah SWT, dengan rasa syukur atas melimpahnya hasil Pertanian.

Selain rasa syukur atas hasil Panen yang melimpah, juga atas anugerah diberikannya Perlindungan, Kesehatan, Keselamatan dan Umur Panjang.

Hal itu disampaikan Perwakilan Kaum Muda Kasepuhan Malasari sekaligus menjabat Sekretaris Desa (Sekdes) Ucu, didampingi Kepala Desa (Kades) Andi Zaelani Firdaus.

“Masyarakat begitu antusias mengikuti acara seren tahun dari dua hari yang lalu, kegiatan ini berjalan sampai hari ini acara puncaknya. Dengan ritual yang sakral dihari Jumat pertama di bulan muharam,”

Pemerintah Desa (Pemdes) Malasari menurut Ucu sangat mendukung, akan adanya kegiatan Seren Taun karena merupakan Kegiatan lokal yang terus dilakukan secara turun temurun.

“Kami dari pemerintahan desa turut bangga dan sangat mendukung dari kegiatan kearifan lokal ini, di desa malasari sudah ada sejak dari nenek moyang yang dilakukan secara turun temurun.

Adapun dari pemdes, kami sudah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk mendukung berjalannya acara ini dan ada beberapa dinas yang hadir, dari dinas sosial dan mudah mudahan tamu tamu yang lain tidak ada halangan,” tambahnya.

Sebelumnya, sesaat setelah puncak acara Ritual Seren Taun, Wakil Kokolot Kasepuhan Malasari Kang Rohmat dalam wawancaranya membenarkan seluruh kegiatannya didukung oleh semua pihak.

“Acara seren taun pada tahun 2022 ini kita mendapatkan suport yang begitu besar dari para pemuda, karang taruna kemudian warga. Dua tahun lalu kita ada pandemi jadi dilaksanakan secara sederhana, untuk acara tahun ini kita sangat banyak berterimakasih kepada semua pihak yang ikut mensukseskan acara ini,” ujarnya.

Terutama, lanjut Kang Rohmat, “Untuk pemdes serta katar malasari, dinas pariwasata dan kebudayaan, kita juga dapat suport dari aneka tambang.

Kalau untuk tradisi adat sasajen ada bakakak, congcot, sawen, air, menyan kemudian panglay kopi pait dan kopi manis. Secara umum kita mengumpulkan kasepuhan dan mengumpulkan warga anak cucunya dalam rangka mensyukuri hasil bumi,” terangnya.

Masih ditempat yang sama, Ketua kegiatan Seren Taun Dadan, membeberkan acara yang telah dan sedang dilakukan.

“Kita sudah melakukan kegiatan khatamal Qur’an, juga penampilan santri-santri, sholawatan, ada degung halimun dan pawai seribu obor memperingati tahun baru Islam 1444 H,” ucapnya.

Hari ini ada ritual tradisi adat seren taun, sambung Dadan, “rembug tani juga ada simbolis pembagian bibit serta hiburan kesenian lokal, untuk kegiatan seren tahun ini dilakukan sudah tujuh generasi. Dalam tema ngajadi hiji (ngahiji) itu menjadi dasar kesatuan,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini