BogorPolitan – Ciampea,
Pengajuan pembangunan tahun anggaran 2024 pada Musrenbang Kecamatan Ciampea, Kamis lalu, menitikberatkan pada pembangunan SMPN 2 Ciampea.
Hal ini disambut baik oleh Kepala Desa Bojongjengkol, Awalludin Makrifatulloh, yang mana tanah seluas 7.000 M diwilayahnya milik Pemda Kabupaten Bogor, akan dibangun SMPN 2 Ciampea.
Ditemui dikantornya, Awalludin mengatakan, dengan adanya sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru yang diterapkan Pemerintah, SMPN 1 Ciampea hanya bisa melayani 3 desa saja.
“10 Desa lainnya yang tidak masuk dalam zonasi sekolah, hanya bisa bersekolah si sekolah swasta terdekat,” ujarnya, Senin 06/02/2023.
Dirinya mendorong Pemerintah Daerah untuk membangun sarana sekolah menengah untuk mengakomodir anak-anak lulusan sekolah dasar yang ingin bersekolah negeri.
“Ada tanah Fasos-fasum milik Pemda Kabupaten Bogor seluas 7.000 M yang bisa digunakan untuk pembangunan SMPN 2 Ciampea,” ungkapnya.
Pada awalnya, Awalludin mengajukan tanah tersebut untuk dibangun pasar tradisional agar perekonomian warga disekitar wilayahnya lebih meningkat.
“Namun demi mencerdaskan kehidupan anak bangsa, saya akan memperjuangkan dan mendorong demi terwujudnya pembangunan SMPN 2 Ciampea,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Camat Ciampea, Yudi Santosa, seusai Musrenbang yang dilaksanakan pada Kamis 02/02/2023 yang lalu.
“Kami akan mengoptimalkan pembangunan dibidang pendidikan menengah, yang mana di Kecamatan Ciampea baru ada satu buah SMP Negeri, yaitu SMPN Ciampea 1,” ungkapnya.
Berbicara tentang SMP Negeri 2 Ciampea, kita berharap di 2024, Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Dinas Pendidikan bisa mengakomodir keberadaan SMPN 2 Ciampea,” imbuhnya.
Di Kecamatan Ciampea, masih kata Yudi, dengan jumlah Sekolah Dasar yang mencapai 50-an itu, hanya ada satu SMP Negeri.
“Kita berharap bisa dibangun di tahun 2024, lokasi tanah sudah ada seluas 7.000 M yang merupakan aset Pemda, terletak di Desa Bojongjengkol,” terangnya. [And]






