BogorPolitan – Opini,
Pemilu Tertutup 2024 merupakan bentuk pengebirian kedaulatan rakyat yang menurut penulis, Toni Y. Setiadi sangat lucu sekali, jika adanya wacana Pemilu dengan menggunakan proporsional tertutup dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi.
Padahal dengan adanya pernyataan Mahkamah Konstitusi terdahulu, terkait Pemilu tertutup, melanggar konstitusi, itu sudah jelas dan tidak perlu lagi menjadi perdebatan.
Jika Mahkamah Konstitusi memutuskan kembali terkait penggunaan sistem proporsional tertutup sama artinya menertawakan diri sendiri, lebih jelasnya akan ada dua keputusan Mahkamah Konstitusi yang satunya menyatakan kampanye tertutup yang satunya lagi menyatakan kampanye terbuka atau semi terbuka.
“Kalau saya cenderung lebih menyikapi kepada Hak dan Kedaulatan Rakyat, pasalnya jika menggunakan sistem kampanye tertutup sama artinya dengan bentuk pengebirian terhadap Kedaulatan Rakyat itu sendiri,” jelasnya.
Bila proporsional tertutup, pesta demokrasi rakyat hanyalah menjadi slogan semata, arti kata pesta dan demokrasi itu sendiri di salah artikan oleh para golongan petinggi Parpol.
Seharusnya, rakyat menikmati pesta demokrasi pemilu dengan adanya para Bacalon/calon anggota legislator yang diharapkan dapat bertatap muka langsung saat bersosialisasi dan konsolidasi yang memiliki tujuan utama agar rakyat dapat lebih mengenal calon yang akan mewakilinya dan untuk mendengarkan secara langsung aspirasinya.
Alangkah sebaiknya para petinggi Parpol itu cenderung lebih mengutamakan sistem kinerja para anggota legislatifnya di masing-masing Parpol untuk tetap fokus kepada tiga fungsi yang di antaranya fungsi legislasi, fungsi pengawasan dan fungsi anggaran, jangan hanya bisanya terfokus pada dua fungsinya saja anggaran dan pengawasan fungsikan juga fungsi legislasinya.
Dikhawatirkan akan adanya Kader karbitan yang memiliki kedekatan dengan owner partai yang berlomba dekat dengannya, karena kedekatan dengan owner partai akan dapat memuluskan dugaan transaksi jual beli kursi anggota legislator yang berasal dari kader karbitan tersebut untuk duduk di kursi legislator nantinya yang memiliki uang besar.






