Bogorpolitan – Nanggung,
Laporan : M. Ilyas ||
Anggaran ketahanan pangan, berasal dari Dana Desa (DD) tahun 2022, dengan alokasi 20 persen yang mutlak diperuntukkan bagi Hewani dan Nabati, bagi pemilihan ekonomi masyarakat pasca pandemik Corona Virus Disease (Covid) 19.
Dari Hewani dan Nabati diharapkan menjadi suatu capaian berkelanjutan, selain itu juga bisa dijadikan sebagai program pencegahan stanting, dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Dalam pelaksanaannya, menurut Camat Nanggung A. E Saefulloh, untuk penerima manfaat program ketahanan pangan berasal dari Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang baru dibentuk.

“Bukan kelompok tani, namun kelompok masyarakat yang sebelumnya dibentuk berasal dari masyarakat Desa, sehingga mereka mampu mendapatkan penghasilan dari adanya program yang dibiayai negara,” ungkapnya.
Untuk regulasi pelaksanaannya, lanjut A. E Saefulloh sudah diatur dalam Keputusan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Nomor 82 tahun 2022.
“Dana Desa itu sudah diatur semua terutama ketahanan pangan, dengan keputusan Mentri nomor 82 tahun 2022, disana ada Hewani dan Nabati. Baik itu kelompok hewani atau
nabati dibidang pertanian, bisa menganggarkan untuk bimtek, dalam bidang kegiatan. te0rmasuk musyawarah Desa, juga difasilitasi dari anggaran yang itu,” terangnya.
Targetan stunting, tambah A. E Saefulloh, “itu kalau di Kecamatan Nanggung bukan untuk penanggulangan, lebih kepada pencegahan. Karena sampai sekarang belum ada untuk Kecamatan Nanggung, tetapi kemungkinan stunting itu ada. makanya kita lakukan pencegahan, agar tidak terjadi dan penambahan gizi sesuai standar kesehatan,” terangnya.

Sementara penggunaan anggaran ketahanan pangan Desa Malasari, semua dialokasikan untuk Pertenakan dan Perikanan (Hewani)
senilai Rp. 300.000.000,-.
“ketahanan pangan Desa Malasari bentuknya peternakan kambing dan ikan, sebelumnya para penerima manfaat di bimtek, untuk anggarannya tiga ratus juta rupiah,” kata Andi Zaelani Kepala Desa Malasari.
Lebih lanjut Andi Zaelani mengatakan, ada 4 kelompok masyarakat yang telah terbentuk, untuk Pertenakan pada tahun 2022.
“Kelompok dimasing-masing RW atau dusun, rencana di tahun 2023 ini kita fokuskan dipertanian cabe, karena kemarin di tahun 2022 belum menganggarkannya. Dalam pertanian cabe karena masih banyak warga yang masih kerjasama dengan PT di tahun kemarin, untuk lahan berkolaborasi dengan pihak taman nasional.
Pihak Taman Nasional itu sudah meminjam pakaikan, yang dinamakan KTH kelompok tani hutan yang dimana warga itu boleh menggarap di hutan taman nasional dengan jangka 35 tahun,” pungkasnya.






