Bantuan UMKM Kabupaten Bogor Harus Produktif Bukan Konsumtif

0
1,123 views

BogorPolitan – Ciampea,

Perputaran uang di Kabupaten Bogor dalam sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagi 18.000 penerima manfaat, mendapatkan perpenerima manfaat sebesar Rp. 2.400.000 guna pemulihan ekonomi masyarakat, yang sudah direalisasikan, dari Pemerintah Pusat.

Lukmanudin Ar-Rasyid Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Bogor mengungkapkan dalam wawancaranya seusai mengikuti reses DPRD masa persidangan II tahun 2020 -2021, Kamis, 11/02/2021.

“Kalau 18 ribu UMKM sudah dibantu, kita kali saja satu umkm nya Rp.2.400.000,-, maka perputaran uang UMKM di Kabupaten Bogor kurang lebih sekitar Rp. 43.200.000.000,-,” katanya.

Agar bantuannya tepat sasaran dibutuhkan kontrol dari semua pihak

“Belum lagi kepedulian Bupati Bogor, terhadap sektor UMKM dengan menyalurkan bantuan jauh lebih besar dari bantuan pusat, yang disalurkan melalui bank BTB , siapa saja yang mendapatkan nya, kami sampai hari ini belum mengetahui, makanya silahkan cek di Kecamatan Ciampea ada berapa UMKM yang dibantu oleh Pemerintah Pusat dan berapa dari Kabupaten, yang besarannya sekitar 5 juta silahkan cari tahu mudah-mudahan tepat sasaran, karena kita khawatir nya tidak tepat sasaran,” urainya.

Lukmanudin berharap, “Dengan penyampaian eduksi kepada UMKM, bantuan yang diterima menjadi bantuan produktif, sebagai bantuan modal usaha sehingga dapat mengembang kan usahanya, yang kita khawatirkan bantuan yang diturunkan menjadi konsumtif,”.

Masih kata Lukman, Pemerintah Pusat sudah realisasikan usulan tahap awal sebanyak 18.000 dari jumlah 28.000 usulan, yang total seluruhnya 300.000 usulan melalui Dinas UMKM yang didorong oleh komisi II.

“Untuk program lanjutan kita terus usulkan untuk tahap 2, usulan Dinas UMKM kepada Pemerintah Pusat kurang lebih 300.000 umkm di Kabupaten Bogor, lagi-lagi mudah-mudahan Pemerintah Pusat melanjutkan program untuk bantuanya,”.

Selain Sektor UMKM Komisi II, mendorong juga sektor lain dalam ketahanan pangan di masa pandemik Covid-19.

“Kabupaten Bogor kita terus dorong bantuan UMKM terus ada , tinggal pertanyaannya ada berapa banyak UMKM yang sebenarnya ?. karena ada sektor lain yang harus diperhati kan Pemda yaitu sektor pertanian, perikanan, peternakan, karena mereka para petani justru yang saat ini kita butuhkan adalah ketahanan pangan, diera pandemi ini harus benar-benar, dan Kabupaten Bogor memiliki luas lahan pertanian yang sangat luar biasa,” pungkas Lukmanudin Ar-Rasyid. (IPAY).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini