BogorPolitan –
Siswa/siswi SMP dan SMK Kusuma Bangsa Bogor laksanakan Vaksinasi disekolah pada Kamis (16/9).

Terpantau pelaksanaan Percepatan Vaksinasi Pelajar berlangsung dengan menerapkan Prokes ketat. Diawal masuk siswa/siswi diukur suhu dengan alat ukur suhu digital, mencuci tangan dan wajib memakai masker.
Turut memantau kegiatan Vaksin tersebut Camat Ciomas Chairuka Judhyanto, Kades Kota Batu Ratna Wulandari, Babinsa, Bhabinmas yang didampingi Kepala SMK Kusuma Bangsa Idris, Kepala SMP Kusuma Bangsa Urip.
Kepada para awak media Idris S.Kom Kepala SMK Kusuma Bangsa mengatakan bahwa kami mendukung Program Percepatan Vaksinasi Pelajar dalam rangka menunjang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dengan melaksanakan Vaksinasi Dosis Pertama bagi siswa-siswi SMP dan SMK Kusuma Bangsa yang kita laksanakan di Gedung SMP dan SMK Kusuma Bangsa, Kamis (16/9).
Bekerjasama dengan Puskesmas Desa Kota Batu dan Pemerintahan setempat, pelaksanaan Vaksinasi dimulai pada Pk. 08.00 dengan melibatkan Nakes sejumlah 30 orang dan tenaga IT berjumlah 15 orang dari SMP-SMK Kusuma Bangsa, mulai dari input data, hingga observasi dan surat keterangan sudah divaksin. Juga dibantu para alumni, Pramuka dan PMR hingga pelaksanan berjalan teratur dan tertib dengan menerapkan Prokes.
“1075 siswa-siswi SMP dan SMK Kusuma Bangsa mendapatkan Vaksin Pfizer Dosis Pertama diawali vaksinasi peserta didik SMP Kusuma Bangsa sejumlah 465 siswa, setelah seluruh siswa-siswi SMP langsung lanjut Vaksin untuk siswa-siswi SMK Kusuma Bangsa sejumlah 610 siswa-siswi” terang Idris.
Masih kata Idris, untuk pelaksanaannya kita bergilir agar tidak terjadi penumpukan atau kerumunan, pagi vaksin untuk siswa-siswi SMP hingga Pk. 12.00 kemudian dilanjut Vaksin untuk siswa-siswi SMK hingga selesai.
Ditambahkan Idris, Vaksinasi Covid 19 ini diprioritaskan bagi siswa-siswi SMP dan SMK Kusuma Bangsa, namun ada beberapa pelajar dari Kota Bogor dan pelajar sekitar Desa Kota Batu yang ikut gabung untuk vaksin disini.
“Usai mendapatkan Vaksin para siswa kita liburkan atau belajar 2 hari dirumah sesuai arahan dokter, juga sebagai persiapan untuk melaksanakan PTS, jadi kita Off 2 hari dan Senen (20/9/2021) sudah mulai melaksanakan PTM,” jelas Idris.
Untuk tenaga pendidik sudah mendapatkan Vaksin Dosis 1 dan Dosis 2, ada beberapa yang belum divaksin karena terkait dengan penyakit bawaan, ujar Idris menambahkan.
Idris berharap dengan Vaksinasi ini akan mendapatkan kekebalan komunal, maka herd immunity terjadi artinya ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular maka dapat memberikan perlindungan pada yang lainnya.
“Sehingga dalam pelaksanaan PTM kita lebih tenang dan nyaman karena penyebaran virus ini bisa dihentikan dan tidak terjadi penularan, namun demikian dalam Pelaksanaan PTM kita tetap mengacu pada aturan yang ditetapkan Pemerintah, SOP kita jalankan,” pungkasnya.
Dharmawan






