Puluhan Warga Mengungsi, Belasan Rumah di Cipanas Ludes Dilalap Si Jago Merah

0
201 views

Liputan : Eka Rufa / Sandi R.A ||

Bogorpolitan.com – Cianjur,

Kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Kampung Pasekon, RT 03/RW 17, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu dini hari. Dalam hitungan menit, si jago merah melahap 11 unit rumah, membuat puluhan warga kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, saat dingin malam masih menyelimuti dan sebagian besar warga tengah terlelap. Kepanikan langsung meledak ketika api tiba-tiba membesar dari salah satu rumah di bagian tengah permukiman, menyulut ketakutan yang cepat menjalar seiring dengan kobaran api.

“Saya langsung keluar rumah. Api sudah cukup besar dan cepat merambat ke rumah-rumah di sampingnya. Karena jarak rumah sangat rapat, apinya cepat sekali menjalar,” ujar Dadang, seorang warga setempat, dengan suara masih bergetar mengenang momen mencekam saat ia terbangun oleh teriakan warga yang meminta pertolongan.

Dalam kepanikan yang menyayat hati, warga tak sempat menunggu bantuan datang. Dengan peralatan seadanya-ember plastik, gayung, hingga selang air-puluhan warga bahu-membahu membentuk rantai pemadaman darurat. Mereka bergerak cepat, membasmi api dengan apa pun yang ada.

“Kami pakai apa saja yang ada. Ember, timba, ada yang pakai karung basah untuk menahan api agar tidak merambat lebih jauh. Tapi karena angin agak kencang dan bahan bangunan sebagian besar dari kayu, api sulit dikendalikan,” tambah Dadang, menggambarkan kerasnya perjuangan warga melawan api yang terus membesar.

Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Pos Damkar Cipanas tiba. Namun, tantangan baru muncul. Medan yang sulit dan akses jalan selebar hanya 1,5 meter menjadi kendala utama. Petugas terpaksa menarik selang sepanjang lebih dari 100 meter dari jalan utama menuju lokasi kebakaran.

“Kami berusaha semaksimal mungkin. Mobil tidak bisa masuk ke dalam permukiman karena lorongnya sempit. Kami harus menyambung selang untuk menjangkau api,” ujar Komandan Regu Damkar Cipanas di lokasi kejadian.

Setelah hampir tiga jam berjibaku melawan kobaran api, api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 05.15 WIB. Namun, 11 unit rumah sudah ludes tak bersisa. Sisa-sisa bangunan yang hangus masih mengeluarkan kepulan asap tipis hingga pagi hari, menyisakan duka dan kepiluan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah warga kehilangan dokumen penting, perabotan rumah tangga, hingga tabungan yang tersimpan di dalam rumah.

Menyikapi hal tersebut, polisi dari Polsek Pacet Polres Cianjur masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kebakaran.

“Kami masih dalami penyebab pastinya. Apakah akibat korsleting listrik atau kelalaian dari kompor gas. Tim identifikasi masih bekerja,” ujar babinmas Cipanas di lokasi.

Sebanyak 11 kepala keluarga atau sekitar 45 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan masjid setempat. Pemerintah Desa Cipanas bersama kecamatan segera mendirikan posko darurat untuk menampung korban dan mengoordinasikan bantuan.

Kepala Desa Cipanas, M. Agus, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cianjur.

“Kami prioritaskan kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, selimut, dan pakaian layak pakai. Kami juga sudah membuka posko bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi warga dan pemerintah setempat akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran, terutama di permukiman padat penduduk. Akses jalan yang memadai bagi kendaraan pemadam kebakaran menjadi kebutuhan mendesak yang tak bisa lagi ditunda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini