BogorPolitan – Ciampea,
Panitia Pemilihan Kepala Desa bersama Badan Permusyarata Desa (BPD) Cibadak gelar pembahasan keberatan / perselisihan hasil pemilihan Kepala Desa, dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekcam), PJS Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Calon Kepala Desa yang mengajukan keberatan.
Ketiga Calon Kepala Desa yang mengajukan keberatan adalah H. Engkus Kusmayadi, SE, nomor urut 1 didampingi pengacara, Ahmad Badhawi nomor urut 2, serta Karyama, SE, nomor urut 5 juga didampingi kuasa hukumnya, di Aula Sekretariat Pilkades Cibadak, Minggu, 27/12/2020.
Karyama berkeinginan proses Pilkades berjalan secara demokrasi agar melahirkan pemimpin yang berkualitas.
“Keinginan kita semua seperti tertuang pada pasal 108 tentang penyelesaian perselisihan sengketa, maju terus apabila ada deadlock karena inikan pembelajaran demokrasi, yang dibentuk dari awal yang sehat, sehingga melahirkan pemimpin yang berkualitas,” ujarnya.
Keberatan diajukan berdasarkan komitmen bersama calon nomor urut 1, 2, 4, dan 5.
“Saya contohnya tanpa uang sepeserpun dapat suara 2,098, menurut saya sangat fantastis, bahkan saya komitmen dengan calon nomor urut 2, 1, 4, dan 5 jangan mengeluarkan uang sepeserpun,” katanya.
“Nah ini bagaimana kita memimpin suatu daerah apabila diawali dengan, maaf money politik, kebawahnya juga ke Rt, Rw jika ada pembagian adalah nguntil, enggak boleh begitu, sebab semua program pemerintah harus bisa dirasakan oleh masyarakat, jangan sampai Pemerintah mengucurkan agaran kepada Desa yang sangat besar dijadikan, maaf bancakan, kita kedepankan anti KKN,” tambahnya.
Karyama berharap Pilkades Cibadak harus di kawal harus dikawal oleh semua pihak.
“Pilkades Cibadak yang membentuk suatu demokrasi yang sehat, tanpa ada uang sudah melahirkan suara yang sangat pantastis, kami tidak akan bicara nomor urut karena sekarang sudah menjadi satu kesatuan adalah suara 4.000 yang kami kawal dengan tanggung jawab moral, saya akan berjuang sampai mati hingga titik darah penghabisan,” tegasnya.
Proses sengketa akan dilakukan sesuai tahapan, lanjut Karyama.
“Saya akan dongkrak ini supaya saya sebagai calon nomor urut 5 tidak punya uang tapi saya akan bekerja sekuat tenaga dengan dukungan dari semua, untuk lanjutan di kecamatan kami menunggu undangan, saya tidak mau mengerahkan masa, kita ikuti aturan sesuai prosedur agar jangan bertabrakan dengan aturan, tidak ngacapruk,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Cibadak Saprudin Mengatakan keberatan proses ini akan dilanjutkan ditingkat Kecamatan.
“Kami akan laporkan hasilnya ketingkat Kecamatan agar diproses lebih lanjut,” jawabnya singkat.
Ditempat yang sama Sekcam Ciampea enggan berkomentar ketika diminta tanggapannya. (Ipay).







