Kantor Perwakilan ATR/BPN Leuwiliang Sangat Dibutuhkan Masyarakat

0
1,004 views

Bogorpolitan – Leuwiliang,
Laporan : M. Ilyas ||

Guna mempermudah pelayanan masyarakat Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, bersama Forum Perencanaan dan Percepatan Strategi Penataan Daerah Persiapan Bogor Barat (Forcast) merenovasi dan merevitalisasi secara swadaya eks Kantor Kecamatan Leuwiliang, menjadi Kantor Perwakilan Pelayanan ATR/BPN wilayah Bogor bagian Barat,

Upaya tersebut dilakukan FORECAST bersama komponen masyarakat dan Sekda selaku penggagas swadaya, mewujudkan Perwakilan Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor di Bogor Barat.

Dengan harapan Pelayanan Pertanahan di Wilayah Bogor Barat, tidak harus ke Cibinong, untuk pengelolaan administrasi pertanahan yang baik, cepat dan dekat dapat di rasakan masyarakat.

Mengutip Presrilis Forecast pada saat mendampingi kedatangan Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor, Yan Septedyas atau akrab disapa Tyas menyatakan, masih banyaknya bidang tanah yang belum terdaftar diwilayah Bogor Bagian Barat. Maka diperlukan kegiatan percepatan legalisasi aset, yang dilaksanakan melalui program prioritas pertanahan.

“Kebutuhan tersebut dapat segera terpenuhi, dengan adanya kebijakan yang secara formil memberikan solusi, atas pendayagunaan gedung yang dulunya tempat Kantor Camat Leuwiliang. Mengingat pentingnya pendekatan pelayanan,” tulisnya.

Dengan adanya Kantor Perwakilan ATR/BPN Kabupaten Bogor, di wilayah bagian Barat Tyas berpandangan, hal tersebut merupakan kebutuhan yang sangat mendesak, dan melihat phisik bangunan yang ada saat ini sudah lebih dari cukup untuk kantor Perwakilan ATR/BPN, ini lebih besar kantornya dari Bogor Timur, tegasnya.

“Dengan fasilitas sarana dan prasarana di Kantor Perwakilan ATR/BPN Leuwiliang, untuk melayani wilayah 14 Kecamatan, yang terdiri dari 166 Desa. Adalah suatu bagian kebutuhan yang sangat mendesak,” tegasnya.

Tanah untuk ruang hidup, lanjut Tyas, “yang memakmurkan dan menenteramkan, dengan nyata memberikan jaminan kepastian hukum kepemilikan hak atas tanah. Jadi ATR/BPN Leuwiliang sebagai Kantor Perwakilan sejalan dengan Visi dan Misi Kabupaten Bogor.

Dalam rangka kebutuhan akan akselerasi dan pendekatan serta peningkatan pelayanan publik. sekaligus upaya peningkatan kemampuan, penyelenggaran Pemerintah Daerah yang berdampak positif terhadap potensi peningkatan kapasitas Daerah,” terangnya.

Masih menurut Tyas, banyak hal positif dengan adanya Kantor Perwakilan ATR/BPN Leuwiliang, yang melayani 14 Kecamatan di wilayah Barat Kabupaten Bogor, antara lain adanya peningkatan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD.

“Dalam hal peningkatan potensi sosio-ekonomi, kesejahteraan masyarakat, kepastian status legalitas administratif tata ruang wilayah maupun potensi peningkatan pendapatan asli daerah Bogor Barat,” ujarnya.

Terpisah, Ketua FORCAST Lulu Azhari Lucky atau Ki Jalu sapaan akrabnya, Minggu 25/12/2022 di Kantor Perwakilan ATR/BPN Leuwiliang mengatakan, dibukanya Kantor Perwakilan ATR/BPN Leuwiliang merupakan bagian percepatan pemekaran Kabupaten Bogor Barat.

“Dengan dibukanya perwakilan Kantor ATR/BPN di Bogor Barat, itu tidak lepas bagian dari percepatan pemekaran, minimal di tahun 2023 Kabupaten Persiapan Bogor Barat sudah mulai di wujudkan oleh Pemerintah In dunya Kabupaten Bogor, ujarnya. Karena pelayanan untuk masyarakat yang lebih krusial yaitu sertifikasi dan Program PTSL yang berkaitan dengan ATR/BPN, juga bisa lebih meningkatkan daya beli masyarakat, karena berkaitan dengan aset,” katanya.

Pada kesempatan itu Ki Jalu mengharapkan, adanya regulasi dan kebijakan dari Pemerintah Daerah (Pemda), yang utamanya tentang sarana pendukung lanjutan.

“Harapannya hal ini juga di ikuti Pemerintah Daerah, untuk mempersiapkan diri dengan kebijakan atau regulasi serta insfraktruktur pendukung, misalnya jalan lingkar Galuga – Atang Sanjaya.

Yang memang ini juga berdampak kemacetan di Bogor Barat, kemudian peningkatan pasar Leuwiliang menjadi pasar induk dan itu adalah bagian dari pada percepatan pembangunan,” katanya.

Sebagai Ketua FORECAST Ki Jalu bersama Tim, terus melakukan upaya-upaya agar Bogor Barat, tidak tertinggal utamanya dari sisi pembangunan Infrastruktur.

“Bagaimana mimpi yang diinginkan masyarakat secara umum, baik pelayanan maupun insfraktruktur pendukung, yang ada di Bogor Barat ini tidak tertinggal. Maka Forecastlah yang akan mendorong, agar percepatan pembangunan di Bogor Barat ini, cepat dilaksanakan oleh pemegang kebijakan. Dalam hal ini Pemerintah,” ujarnya.

Intinya, lanjut Ki Jalu, “kami memfasilitasi saja, agar dengan swadaya ini, baik Pemerintah Daerah yang sudah memberikan pinjam pakai kepada ATR/BPN, dengan harapan secepatnya untuk membuka pelayanan terhadap administrasi pertanahan. Kalau ke Cibinong itu terlalu jauh, artinya kalau disini cepat, dekat, tepat, efektif dan efesien. Itulah yang diharapkan, pelayanan kepada masyarakat itu betul-betul terealisasi,” bebernya.

Masih di tempat yang sama, senada dengan Kijalu, anggota HMI dari STKIP Muhammadiyah Leuwiliang Mulyana. mendukung adanya Kantor Perwakilan ATR/BPN Leuwiliang, dengan alasan sangat jauh jarak yang ditempuh jika harus ke Cibinong.

“Saya dari kalangan muda, tentunya sangat mendukung ketika ada Kantor Perwakilan ATR/BPN Kabupaten Bogor di wilayah Barat, terlebih ini di renovasi secara Swadaya dan jelas masyarakat betul betul Meng Inginkan sekali kehadiran kantor BPN ada di Bogor Barat.
Kabupaten Bogor sangat luas tentunya kalau tersentralisasi, hanya sebatas administrasi di Cibinong sangat merepotkan, sambil memberikan contoh dari ongkos transport saja bila harus ke Cibinong sudah berapa besar dan itu tidak cukup sekali datang, karena jarak dari Barat ke Cibinong itu sangat jauh dan terlebih macet hampir 3 sampai 4 jam bila ingin ke Cibinong.

Sehingga keberadaan kantor BPN ini, tentu sangat bisa lebih ringan biaya sekaligus juga dapat memaksimalkan Pelayanan kepada Masyarakat, khususnya di bidang pertanahan dan ini pun bisa menjadi simbol baru untuk wilayah barat dengan agenda terkait pemekaran,” kata Mulyana.

Fasilitasnya gedung sudah ada, tambah Mulyana, tinggal dibuka, adapun yang berkaitan dengan administratif, sebetulnya itu hal teknis tidak lantas menjadi alasan atau apapun itu. Kalangan muda tentu sangat mendorong akan hal itu untuk dipercepat, agar kantor ATR/BPN bisa berjalan semaksimal mungkin,” lanjutnya, jangan menunggu komponen masyarat berbondong bondong datang ke Kanwil ATR/BPN di Bandung, kilahnya.

Dalam mendorong percepatan realisasi Kantor Perwakilan ATR/BPN Leuwiliang, Mulyadi mengaku menunggu itikad baik pihak Pemerintah Daerah dan Kanwil ATR/BPN.

“Dalam hal ini, kita masih menunggu itikad dari Pemerintah Kabupaten Bogor, melihat kondisi di wilayah barat. Dengan adanya kantor perwakilan ini, tentu harus disuport Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan harus several mendorong agar dapat direalisasikan operational nya, tugas Penyelenggara Pemerintahan Daerah melaporkan kepada Menteri ATR/BPN sesegera mungkin,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini