BogorPolitan – Lewiliang
Laporan : M. Ilyas.
Kantor Desa sebagai Posko Utama penanggulangan Musibah Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor Kampung Cisarua dan Tanjung Sari Desa Purasari, yang mengakibatkan Dua Puluh Satu Rumah Rusak Berat, Dua Puluh Sembilan Sedang, Empat Puluh Dua Ringan
Total Kerusakan Rumah Berat, Sedang dan Ringan berjumlah Sembilan Puluh Dua Unit. Meninggal nihil, Tiga orang luka-luka, Empat Puluh Dua Kepala Keluarga (KK) mengungsi, Tiga Puluh Sembilan Hektar Sawah Rusak, serta Jalan Putus sejauh Tujuh Kilo Meter di Kampung Tanjung Sari.
Atas dasar itu, demi terciptanya rasa keadilan bagi Masyarakat terdampak langsung Bencana, salah satu Aktivis yang siaga di Posko Utama Bantuan Taufik Jayadi menghimbau kepada para Donatur, untuk terlebih dahulu melakukan koordinasi.
“Terkait kejadian ini, kantor desa pura sari dijadikan posko utama, sebagai penampungan bantuan dari donatur yang berasal dari luar daerah, masuk ke posko yang telah disediakan,” katanya.
Menurut Taufik, setelah bantuan yang masuk ke Posko Utama, selanjutnya akan didistribusikan kepada Warga yang terdampak langsung bencana.
“Kemudian setelah tertampung disini, nantinya dari desa purasari sebagai posko utama, akan mendistribusikan bantuan langsung kepada para korban bencana yang ada dikampung cisarua, tanjung sari dan cianten yang totalnya itu empat ratus dua puluh jiwa,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Taufik Jayadi mengharapkan kepada Para Donatur dan Relawan yang hendak membantu para Korban Bencana, agar semua bantuan dapat diturunkan di Posko Utama agar terinventarisir.
“Kami mengharapkan kerjasamanya, kami meminta kepada para donatur ataupun relawan, diharapkan untuk bantuan konsumsi ataupun sembako kami harap turunkan di desa sebagai posko utama. Sentral di desa dengan harapan biar terakomodir dan transparan,” pungkasnya.






