BogorPolitan – Tajurhalang,
Pemdes Nanggerang bekerjasama dengan Tim PPDM USAHID (Program Pengembangan Desa Mitra Universitas Sahid Jakarta) melaksanakan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Biogas dan Pupuk Cair.
Pelatihan yang menghadirkan Narasumber Dandi Budiman dari PT. Primary Biogas Bandung dilaksanakan di Mushola Al Ikhlas Rt. 002/05 Desa Nanggerang Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor, Kamis (7/10).

Nandi Budiman selaku Narasumber dalam kesempatan ini memberikan arahan terkait Kemanfaatan Biogas yang dihasilkan dari sampah rumah tangga, hal mana selain untuk bahan untuk menghasilkan Biogas sebagai bahan bakar memasak juga hasil lainya menjadikan Pupuk Cair Organik yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.
Kepada media ini Laila Febriani selaku KetuaTim PPDM USAHID mengatakan bahwa giat ini merupakan Tahun ke 3 PPDM yang sudah bekerja sama dengan Pemdes Nanggerang sejak tahun 2019.
“Tujuan dari kegiatan ini menjadikan Desa menjadi Desa Berdaya. Untuk Program ini kita adakan pelatihan Optimalisasi Biogas. Biogas ini dihasilkan dari pengolahan sampah organik, Biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak,” jelas Lela panggilan dari Laela.
Diketahui ditahun 2020 sudah terpasang Instalasi Biogas yang disebut dengan Reaktor di 2 titik yaitu di rumah Pak Nanan Rt. 02/05 dan di rumah Pak Uci Rt. 01/04. Jadi diharapkan ditahun ke 3 ini bisa dimanfaatkan sisi lain dari Biogas itu tentang selarinya atau pupuk atau lumpurnya yang dihasilkan dari selari tersebut.
“Jadi harapannya Biogas bisa menghasilkan gas sebagai bahan bakar memasak, selarinya menghasilkan Pupuk Cair dan pupuk cair dimanfaatkan untuk memupuk tanaman tabulampot, juga sebagai optimalisasi program ditahun pertama yang kita berikan Veltikultur yaitu Budidaya tanaman secara bertingkat jadi bisa menjadi pupuk untuk tanaman Veltikultur,” paparnya.
Jadi harapan dari kegiatan ini sambung Lela, bisa bermanfaat bagi masyarakat, utamanya masyarakat jadi tahu cara pengolahan sampah limbah rumah tangga yang selama ini hanya dibuang dan dibakar tapi kini bisa dimanfaatkan.
Diketahui tahun pertama PPDM USAHID yaitu tentang diversifikasi olahan singkong juga penanganan dan marketing online termasuk pengemasan, kemudian veltikuktur dan komposing, juga tentang wash water garden memanfaatkan limbah cair. Tahu 2020 pemasangan instalasi Biogas di kediaman Pak Nanan dan Pak Uci karena mereka mitra yang mengolah singkong jadi mereka banyak limbah organik. Dan ditahun ke 3 ini kita optimalkan limbah organik menjadi Biogas dan Pupuk Cair.
“Jadi tahun ke 3 ini merupakan kegiatan terakhir PPDM di Desa Nanggerang adalah Optimalisasi dari semua kegiatan, berharap kegiatan ini berkesinambungan dan masyarakat bisa berdaya. Ini adalah Pilot Projek atau miniaturlah jadi jika ada desa lain yang ingin melihat silahkan ke Desa Nanggerang,” jelasnya.
Laila menyebut PPDM Program Pengembangan Mitra Desa merupakan Program dari Universitas Sahid yang menggandeng Kemendikbud selaku penyandang Dana, harapannya bahwa masyarakat tahu dan paham bahwa Biogas tidak sebahaya yang mereka pikirkan bahkan aman, kemudian masyarakat tahu bahwa gas bisa dihasilkan dari sampah yang kita buang selama ini, juga masyarakat menjadi tahu selain sampah bisa menjadi Biogas juga bisa menjadi Pupuk Cair yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman jadi program tahun terakhir ini intinya untuk Optimalisasi Biogas.
Ditempat yang sama Sekdes Nanggerang Ujang Hari menambahkan kegiatan ini adalah tindak lanjut kerjasama dari 3 tahun lalu. Intinya saya berharap adanya optimalisasi berkaitan dengan pemanfaatan Biogas.
“Dan kita berharap di pasca Pandemi ini menjadi salah satu solusi masyarakat bagaimana memanfaatkan limbah itu menjadi potensi ekonomi. Khususnya kegiatan masyarakat yang bergerak di UKM, seperti UKM makanan yang limbahnya dapat dimanfaatkan atau didaur ulang. Juga Pupuk Cair yang dihasilkan dari Biogas digunakan untuk pelaku UKM Tanaman Hias,” ujar Ujang.
Peserta Pelatihan dan Optimalisasi Biogas ini adalah para pelaku UKM, Ibu-ibu PKK dan masyarakat lainnya berjumlah 15 orang.
Selain mendapatkan bekal dari Narasumber terkait Pemanfaatan Limbung Rumah Tangga, juga peserta meninjau lokasi Reaktor Biogas dan mendapatkan penjelasan langsung dari Narasumber Nandi bagaimana Proses Biogas dari awal hingga menghasilkan Gas yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar pendamping gas juga cairan yang dihasilkan untuk digunakan sebagai pupuk organik.
Acara diakhiri dengan peninjauan lokasi Reaktor Biogas di kediaman Bapak Uci sekaligus penjelasan rinci terkait Proses Biogas mulai dari memasukan Limbah Sampah Organik hingga me jadi Biogas dan Pupuk Cair.
Dharmawan






