Laporan : Eka Rufa ||
Cianjur – BogorPolitan.com,
Miris Kondisi gedung SD Negeri Cibaregbeg 2, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, rusak parah dan rawan roboh.
Sepintas bangunan sekolah tersebut terlihat normal layaknya sekolah lainnya.
Namun siapa sangka, banyak terdapat kerusakan parah yang terabaikan selama kurang lebih tujuh tahun.dan sewaktu waktu dapat mengancam jiwa para siswa, namun seolah olah Disdikpora menutup mata dengan hal tersebut.

Terpantau ujung bangunan salah satu gedung sekolah tersebut menganga dan pondasi bangunan pun menggantung akibat dari dampak gempa yang terjadi pada tahun 2015 silam, dan menggerus sisi pondasi Tembok Penahan Tanah(TPT) hingga jebol.
” Kerusakan bangunan sekolah berawal saat gempa yang terjadi pada tahun 2015 lalu,” ungkap salah seorang guru yang tidak mau disebut namanya.
Ia menuturkan kalau Pihak sekolah sejauh ini telah berupaya mengirimkan proposal bantuan ke Disdikpora kabupaten Cianjur, mengingat selain sangat membutuhkan ruang belajar juga merasa khawatir jika terjadi hal yang tidak di inginkan, namun sampai saat ini belum ada titik terang terkait bantuan tersebut.
” Kami pihak sekolah sudah melayangkan proposal ke pihak dinas namun tidak pernah ada jawaban ataupun di tinjau,”katanya saat di konfirmasi awak media, Selasa (27/09/2022).
Sementara itu masih di tempat yang sama, Plt kepala SD Negeri Cibaregbeg 2, Siti Mardiyah,S.Pd membenarkan terkait hal tersebut.
” Kami sudah cek bangunan yang rusak sudah tercatat di dapodik, dan menurut para guru pihak sekolah sudah pernah mengajukan proposal bantuan renovasi sekolah,” tegasnya.
Siti berharap adanya perhatian dari pemerintah dalam hal ini Disdikpora kabupaten Cianjur, untuk segera memberikan bantuan untuk memperbaiki bangunan yang rusak agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu dan siswa bisa lebih fokus dalam belajar.
” Semoga bisa secepatnya bisa diperhatikan pemerintah, kasihan siswa belajar di lantai dan berdesakan karena kurangnya ruang kelas serta fasilitas bangku sekolah yang terbatas,kasihan Siswa tidak bisa belajar dengan fokus karena tidak nyaman duduk dilantai,” harapnya.
Untuk diketahui Siti Mardiyah,S.Pd, belum genap dua bulan, menjabat sebagai Plt kepala sekolah di SD negeri Cibaregbeg 2 dan jabatannya merangkap sebagai kepala SD Negeri Cisalak.
Pantauan di lapangan, Selasa (27/09/2022), kondisi kegiatan belajar mengajar (KBM) cukup terganggu, pasalnya siswa terpaksa belajar dengan harus berdesakkan, normalnya jumlah siswa dalam satu kelas berjumlah 28 siswa, namun yang terjadi di SD negeri Cibaregbeg 2 satu kelas mencapai 50-65 siswa, mirisnya lagi sampai ada siswa duduk dilantai, karena tidak kebagian bangku dan meja untuk belajar.
SD Negeri Cibaregbeg 2 didirikan pada tahun 1961, berdiri di atas tanah seluas 1500 M2, berlokasi di desa Cibaregbeg,kecamatan Cibeber,Cianjur Jawa Barat, memiliki siswa sebanyak 326 siswa, dan 8 tenaga pengajar, tersedia 9 ruang kelas, 3 diantaranya tidak dapat di gunakan karena rusak parah dan sedang.






