Jeritan Senyap dari Cisaat: Pak Nanang Taruhkan Nyawa Keluarga di Bawah Atap yang Lapuk

0
16 views

Liputan : Sandi Risa Ali ||

Bogorpolitan.com – Cianjur,

Menjadi seorang ayah adalah tentang melindungi. Namun bagi Pak Nanang (46), setiap malam adalah ujian mental yang menyiksa.

Di bawah atap rumahnya yang sudah miring dan rapuh di Kampung Cisaat, Cianjur, ia hanya bisa berdoa agar langit malam ini bersahabat.

Ketika hujan deras datang, ia tidak peduli pada dinginnya air yang bocor, melainkan pada keselamatan nyawa anak dan istrinya jika kayu-kayu tua di atas kepala mereka mendadak patah.

Secercah cahaya sempat hadir saat Dinas Sosial Cianjur mengulurkan bantuan Rp20 juta pada Selasa (16/6/2026).

Pak Nanang menangis haru dan sangat bersyukur. Namun, kita semua tahu, uang Rp20 juta di masa sekarang tidak akan cukup untuk mendirikan rumah yang aman dari nol.

Rumah Pak Nanang tidak sedang butuh hiasan, rumah itu butuh pondasi baru agar tidak roboh.

Angka 20 juta hanyalah awal dari sebuah perjuangan panjang.

Tanpa adanya tambahan uluran tangan dari para agnia dan orang-orang baik, keluarga kecil ini akan tetap dilingkupi rasa cemas yang sama setiap kali mendengarkan suara petir.

Mari luangkan sedikit rezeki kita untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi mereka.

Keberuntungan yang kita miliki hari ini, mungkin adalah jawaban dari doa-doa malam Pak Nanang yang mendambakan rumah aman untuk keluarganya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini